Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye “Isi Piringku” Dan Penerapan Infused Water Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dari Masa Kehamilan Rini Rahmayanti; Fitri Wahyuni; Darmaji Efrad; Miranda Sari; Siti Afifah; Fatmatul Zahra
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v7i1.2983

Abstract

Andalas sub-district had the highest number of pregnant women in the last three months compared to other sub-districts, namely 185 people with complications of anemia and chronic energy deficiency (CED) of 37 people (20%). Judging from the nutritional status of children under five, the incidence of stunting in this area is still high, namely around 25%, consisting of children under five in the underweight (8.5%), malnourished (7.1%) and stunted (9.4%) categories. . In pregnant women, it was found that education about the nutrition of pregnant women had not been optimal, previously related to the nutrition of pregnant women and the "fill my plate" program, there was still low knowledge of pregnant women about the use of complementary therapies to overcome problems, especially nausea and vomiting, in order to maintain nutritional intake during pregnancy. The activity was carried out using the "fill my plate" campaign method and the application of infused water in RW 05, Andalas Village, targeting 15 pregnant women. The results of the pretest scores obtained the lowest score of 6 and the highest score of 12. The posttest score obtained the lowest score of 15 and the highest score of 19. The average score of the pretest was 9.2 and the posttest was 16.5. These results indicate that there is an increase in knowledge. The results of this community service activity include an increase in mothers' knowledge regarding balanced nutrition "fill my plate" and the application of infused water as an effort to prevent stunting during pregnancy.
Analisis Reduplikasi pada Cerpen Dilalap dalam Lelap Karya Miranda Seftiana Puji Adi Pertiwi; Miranda Sari; Rosminah Harahap; Dika Rianza
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfologi adalah bidang ilmu bahasa yang mempelajari dasar-dasar bentuk kata, bagaimana ia berubah dan bagaimana perubahan ini berdampak pada arti (makna). Maka dalam analisis morfologi ini ada jenis yang menjadi utama, yaitu proses reduplikasi atau pengulangan bentuk kata. Reduplikasi atau pengulangan kata adalah proses pembentukan kata yang mengalami pengulangan bentuk dasarnya baik itu secara utuh atau penuh, sebagian dan berbagai fonem lainnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis, mendapatkan dan memperoleh gambaran yang jelas tentang bentuk-bentuk reduplikasi dalam Cerpen Dilalap dalam Lelap karya Miranda Seftiana. Dalam penelitian ini menggunakan untuk mengetahui dan mempelajari reduplikasi Cerpen Dilalap dalam Lelap adalah penelitian atau pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan kualitatif ini digunakan agar penelitian ini lebih mendalam pada pengumpulan data dan lebih memahami fenomenanya. Sedangkan dalam mengelompokkan data pada penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. penelitian kepustakaan adalah proses pengumpulan jumlah data yang dapat digunakan oleh penulis untuk dimasukkan atau dimasukkan ke dalam tulisannya. Data yang dikumpulkan ini adalah berupa jenis-jenis reduplikasi yaitu reduplikasi penuh atau utuh (Dwilingga), reduplikasi sebagian (Dwipurwa), reduplikasi perubahan bunyi (Dwilingga salin suara), reduplikasi berimbuhan dan reduplikasi pemisah (Dwimakna). Dari penelitian yang sudah dilakukan dalam Cerpen Dilalap dalam Lelap karya Miranda Seftiana maka ditemukan hasil penelitian yaitu terdapat 31 temuan kata reduplikasi, Diantaranya adalah (1) reduplikasi penuh atau utuh (Dwilingga) ditemukan sebanyak 20 kata reduplikasi, (2) reduplikasi sebagian (Dwipurwa) ditemukan sebanyak 2 temuan, (3) reduplikasi perubahan bunyi (Dwilingga salin suara) ditemukan sebanyak 3 temuan, (4) reduplikasi berimbuhan ditemukan sebanyak 5 temuan dan (5) reduplikasi pemisah (Dwimakna) ditemukan sebanyak 1 temuan. Dari semua lima jenis reduplikasi yang sudah di analisi dapat disimpulkan bahwa reduplikasi penuh atau utuh yang paling banyak dibandingkan dengan reduplikasi sebagian, reduplikasi perubahan bunyi, reduplikasi berimbuhan dan reduplikasi pemisah. Diharapkan penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih baik tentang penggunaan dan efek reduplikasi dalam karya sastra yaitu cerpen.