Angka Kematian Ibu akibat komplikasi kehamilan selama dua dekade terakhir di Dunia telah turun 38% tetapilajunya menurun lambat rata-rata 3% per tahun. Tanda bahaya kehamilan merupakan salah satu penyebabkematian ibu karena terjadi secara mendadak. Minimnya pengetahuan dan sikap ibu dalam mengenali tandabahaya kehamilan berefek pada gagalnya pemanfaatan sistem rujukan. Oleh sebab itu, penyuluhan kesehatantentang tanda bahaya kehamilan bisa dilakukan agar ibu tidak hanya mengerti tetapi juga mau dan mampumenjalankan anjuran jika mengalami tanda bahaya kehamilan. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya PengaruhPenyuluhan tentang Tanda Bahaya Kehamilan terhadap Sikap Ibu Hamil dalam Menghadapi Tanda BahayaKehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif Pre-Experimental Design dengan One GroupPretest and Posttest. Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah responden 30 IbuHamil di trimester I, II dan III. Instrument penelitian yang digunakan yaitu Kuesioner dan Analisa Datanyamenggunakan Analisa Univariat, dan Analisa Bivariat yang terdiri dari Uji Prasyarat (Uji Homogenitas, UjiNormalitas dan Uji Hipotesis). Hasil Penelitian dengan Uji Hipotesis Paired Sample T Test didapatkan nilai sig.(2tailed) yaitu 0,000 yang berarti P value < 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) sehingga adanya Pengaruh PenyuluhanTanda Bahaya Kehamilan Terhadap Sikap Ibu Hamil dalam Menghadapi Tanda Bahaya Kehamilan. Penelitiberharap penelitian ini dapat memberikan gambaran dan acuan agar adanya peningkatan pengetahuan danpemahaman pada Ibu hamil mengenai Sikap dalam menghadapi Tanda Bahaya Kehamilan guna mencegahkomplikasi kehamilan.