Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Masyarakat terhadap Akar Bahar sebagai Budaya Desa Koijabi Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan Aru Madidi, Rahel; Tuharea, J.; Baker, Remon
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3938

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terletak pada garis katulistiwa, dimana masyarakatnya berdiam dan berasal dari berbagai pulau-pulau besar dan kecil yang memikat penduduknya, yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat, ras, dan agama dalam masyarakatnya. Makna akar bahar untuk masyarakat kabupaten kepulauan aru kecamatan aru tengah timur desa koijabi adalah sebagai simbul identitas budaya yang terus di jaga dan di lestarikan.Bentuk pemaknaan akar bahar ini merupakan suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka, bukan sekedar sebagai sistem nilai yang menjadi panutan tetapi sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat secara turun temurun. Tipe penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif, Setelah proses pengumpulan data kualitatif yang umumnya menitikberatkan pada wawancara dan observasi partisipasipatoris membuat analisis datanya berupa analisis tekstual dari hasil transkrip atau catatan lapangan yang tidak terstruktur yang di olah dan di analisis secara deskriptif kualitatif.Perkembangan kerajinan akar bahar dimulai dari hasil kerajinan akar bahar seperti gelang akar bahar yang berbentuk lingkaran dan ada bulatan dibagian kepala akar bahar, sekarang gelang akar mulai berkembang dibagian kepala akar bahar dibentuk menyerupai kepala naga, ular, daun dan lainnya.
DINAMIKA PERUNDUNGAN ANAK DI BAWAH UMUR DALAM MASYARAKAT DESA Umalekhoa, Rosina; Tuharea, J.; Gaite, T.
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 20, Nomor 2 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v20i2.75519

Abstract

Perundungan terhadap anak-anak merupakan salah satu bentuk kekerasan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan pedesaan dan berdampak serius terhadap perkembangan anak. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan luka psikologis, tetapi juga menghambat proses sosialisasi dan pembentukan karakter anak di masa pertumbuhan. Penelitian mengenai perundungan penting dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tentang faktor penyebab, bentuk perilaku, serta konsekuensi yang dialami korban. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat, sekolah, dan pemerintah desa dalam merumuskan strategi pencegahan serta penanganan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab dan dampak perundungan yang dialami anak-anak di bawah umur di Desa Wai Ina, Kecamatan Sulawesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula. Fenomena perundungan di kalangan anak-anak di desa ini telah menjadi perhatian serius karena berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan sosial korban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap korban, pelaku, orang tua, serta pihak desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama perundungan di desa ini antara lain berasal dari pelabelan negatif terhadap korban, tekanan dari kelompok sebaya, dan lemahnya pengawasan dari orang tua maupun pihak sekolah. Anak-anak korban mengalami perlakuan kasar, hinaan fisik, hingga pengucilan sosial, yang dilakukan secara sengaja oleh pelaku dengan alasan seperti perbedaan fisik, status keluarga, dan perilaku akademik. Perilaku ini diperkuat oleh minimnya nilai moral dan keagamaan yang ditanamkan sejak dini. Dampak dari perundungan tersebut sangat dirasakan oleh para korban, yang mengalami trauma, penurunan rasa percaya diri, ketakutan berinteraksi sosial, hingga menarik diri dari lingkungan bermain dan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah desa dalam memberikan pendidikan karakter serta pengawasan yang intensif terhadap perilaku anak-anak demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.