Epilepsi merupakan suatu keadaan yang ditandai adanya bangkitan yang terjadi secara berulang akibat terganggunya fungsi otak yang disebabkan oleh muatan listrik yang abnormal pada neuron neuron otak. Epilepsi merupakan salah satu penyebab penyakit di bidang saraf anak terbanyak yang dapat berdampak pada proses pembelajaran, tumbuh dan kembang serta kualitas hidup anak. Belum ada data penelitian mengenai gambaran klinis epilepsi pada anak di RSUD. Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang. Hal tersebut menjadi pertimbangan dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui insidensi, karakter klinis, gambaran EEG dan pencitraan pasien epilepsi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang selama periode Januari 2022 hingga Desember 2022. Desain penelitian deskriptif retrospektif dengan data yang diambil dari rekam medik pasien yang didiagnosis sebagai epilepsi di Instalasi Rawat jalan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang selama periode Januari 2022 hingga Desember 2022. Pada 247 kunjungan pasien epilepsi didapatkan 39 pasien dengan data rekam medik yang lengkap. Pasien paling banyak anak perempuan dengan perbandingan 20:19. Berdasarkan status gizi, sebagian besar pasien dalam penelitian ini memiliki status gizi baik (61,54%). Usia kelompok pasien terbanyak pada onset pertama kali adalah usia kelompok diatas lima tahun dengan rata-rata usia pada saat onset adalah pada usia delapan tahun. Jenis Onset bangkitan terbanyak adalah Onset bangkitan umum (92,31%). Pasien yang memiliki riwayat kejang demam sebanyak 5 pasien (13,82%). 23 pasien dilakukan pemeriksaan EEG dengan ditemukan gambaran abnormal pada 78,26% dari hasil pemeriksaan tersebut. 10 pasien dilakukan pemeriksaan CT-Scan dan ditemukan kelainan pada 80% dari hasil pemeriksaan tersebut. Mayoritas pasien mendapatkan monoterapi dengan asam valproat (61,53%) , disusul dengan monoterapi dengan fenitoin (17,95%). Jumlah pasien anak berjenis kelamin perempuan dibanding laki-laki hampir sama banyaknya dengan rasio 20:19. Kelompok usia pasien dengan terbanyak adalah kelompok usia di atas lima tahun. Rata-rata usia pasien pada saat serangan pertama kali adalah delapan tahun. Sebagian besar pasien berstatus gizi baik. Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat kejang demam sebelumnya Tipe kejang paling sering adalah tipe kejang umum. Hasil abnormal didapatkan pada sebagian besar pasien yang melakukan pemeriksaan CT Scan. Hasil abnormal didapatkan pada sebagian besar pasien yang melakukan pemeriksaan EEG. Penggunaan OAE terbanyak adalah monoterapi dengan asam valproat.