Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Bahaya dan Risiko Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig) Menggunakan Metode Skoring dan Overlay Di Kabupaten Tanah Datar Aisy, Rahadhatul; Hermon, Dedi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya dan risiko bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis pembobotan skoring dan Overlay. Dalam penelitian ini, dilakukan pemetaan bahaya dan analisis risiko dengan mengintegrasikan data spasial dari beberapa faktor ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Peta bahaya banjir lahar dingin ini memetakan jalur banjir lahar dingin yang akan terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhulu dari lereng Gunung Marapi. Daerah yang rawan banjir lahar dingin dengan jarak 300 M dari tepi sungai yang berhulu di lereng Gunung Marapi, dengan kelas tinggi memiliki luas 27.480 Ha. 2) Analisis risiko bencana banjir lahar gunung Marapi dilihat dari ancaman, kerentanan, dan kapasitas kemudian dilakukan overlay dan didapatkan nilai risiko rendah berada di Kecamatan Pariangan, Lima Kaum, Sungai Tarab, Salimpaung, dan Tanjung Baru dengan jumlah sebesar 14.646,31 Ha. Untuk luas kawasan risiko bencana sedang terdapat hampir di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar dengan jumlah 20.571,1 Ha. Kecamatan yang memiliki kawasan risiko tinggi yaitu X Koto, Batipuh, dan sedikit Kecamatan Pariangan dengan luas 12.448,57 ha.
The Impact of Lahar Disasters on Students’ Self-Awareness at MTsN 7 Tanah Datar, Tanah Datar Regency Aisy, Rahadhatul; Hermon , Dedi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November: In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12996

Abstract

Lahar floods are among the most destructive secondary volcanic hazards and often cause severe disruption to communities and schools in affected areas. This study aimed to analyze students’ experiences of lahar disasters, their level of self-awareness, and the relationship between both variables. The research was conducted at MTsN 7 Tanah Datar, one of the schools directly affected by the 2023 Mount Marapi lahar flood, using a quantitative correlational method. Data were collected from 150 students through a structured questionnaire covering indicators of direct experience, knowledge of lahar characteristics, preparedness, emotional awareness, accurate self-assessment, and self-confidence. The results showed that students’ disaster experiences were generally high, especially in direct experience (70%) and knowledge of lahar characteristics (85%), while preparedness remained moderate (60%). Students’ self-awareness was also mostly in the moderate category across emotional awareness, self-assessment, and self-confidence. Pearson correlation analysis indicated a positive and significant relationship between lahar disaster experience and students’ self-awareness, although the correlation strength was low. These findings demonstrate that direct exposure to lahar events plays a role in shaping students’ self-awareness; however, their practical preparedness and confidence still require strengthening. Therefore, the study concludes that enhanced disaster education—particularly through simulations and practice-based learning—is essential to improve students’ self-awareness and readiness in facing lahar floods.