Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Pembimbing Kamar Dalam Manajemen Kedisiplinan Santriwati Kelas 5 Tmi di Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory Rabbi’ah, Fitrahtul; Mukti, Suheri; Kurniawan , M.
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i10.442

Abstract

This study aims to describe the role of room supervisors in the management of discipline of female students of class 5 TMI at Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School. The background of this study is the importance of discipline in the lives of students living in the boarding school environment, as well as the emergence of the room supervisor (murabbiyah) program as an effort to improve supervision and guidance of discipline. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that room supervisors have a role as supervisors, coaches, motivators, and mediators in maintaining and improving the discipline of female students. In addition, several obstacles were found in the implementation of these roles, such as time constraints, differences in the characters of female students, and minimal communication between supervisors and boarding school administrators. Nevertheless, various solutions have been implemented, such as personal approaches, consistent enforcement of rules, and cooperation with other parties in the boarding school environment. In conclusion, the role of room supervisors is very significant in shaping the disciplined character of female students and supporting the creation of a conducive dormitory environment.
Pendidikan Moral Kebangsaan dalam Tafsir Al-Mishbah Mukti, Suheri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar mengetahui bagaimana pendidikan moral kebangsaan dalam Tafsir Al-Misbah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif , Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini diambil dari sumber data, peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disimpulkan bahwa Pendidikan moral kebangsaan dalam penelitian ini adalah moral kebangsaan Indonesia yang mengacu kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Pendidikan moral  kebangsaan dalam tafsir Al-Mishbah berupaya menanamkan sikap-sikap etik dan moral sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini terwujud dalam pengamalan sikap religius, toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, peduli lingkungan, solidaritas sosial, gerakan sosial, loyalitas terhadap agama dan negara. Atas dasar penghayatan nilai-nilai di atas, suatu bangsa menurut Quraish Shihab dapat diukur melalui karakternya. Ini dilakukan sebagai basis awal penguatan nation dan character building. Membangun kembali karakter dan moralitas bangsa, menurutnya dapat memperkuat ingatan akan nilai-nilai luhur yang telah disepakati bersama dan yang menjadi landasan pembentukan bangsa, yang dalam hal ini adalah Pancasila.  Tawaran Quraish Shihab agar pendidikan moral kebangsaan dapat terealisir dengan baik, maka pembentukan karakter itu harus dimulai dari pertama: olah jiwa, olah jiwa ini harus bisa mengantarkannya pada tingkat kesadaran bahwa yang belum atau tidak diketahuinya masih jauh lebih banyak ketimbang apa yang sudah diketahui. Kedua: pembiasaan, pembiasaan dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan dalam banyak hal, seperti, disiplin waktu, pakaian dan pergaulan. Ketiga, keteladanan, nilai ini diperlukan karena acapkali nilai moral yang bersifat abstrak itu tidak dipahami manfaat dan keindahannya oleh banyak orang. Dan keempat  lingkungan yang sehat, yang berpengaruh besar bagi pembentukan watak. Pembiasaan yang terjadi dalam masyarakat telah menciptakan dorongan bagi lahirnya karakter yang tidak sejalan dengan jati diri warga bangsa sebagai bangsa yang religius dan dan berfalsafah Pancasila.