Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANCAMAN DALAM TRANSAKSI ELEKTRO DI MASYARAKAT YANG DI ATUR DALAM UNDANG – UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ITE BERUBAH MENJADI UNDANG - UNDANG ITE NOMOR 19 TAHUN 2016 Rachell Abigael, Ellena; Rahayu, Diana Fitria; Ul Hosnah, Asmak
Jurnal De Jure Muhammadiyah Cirebon Vol 7 No 2 (2023): De Jure Muhammadiyah Cirebon (DJMC)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/djmc.v7i2.5638

Abstract

This journal provides an explanation of fraud that occurs online. People who are smart in developing creativity using technology. In this activity the community also participates in helping the country in improving the country’s economy. In this journal the author wants to inform you about the advantages and disadvantages of online transactions, not only the advantages but also the disadvantages that can be experienced by producers or consumers online. Many online transactions are carried out on social media, which in the current electronic age makes shopping or doing things on the internet very easy and more practical to do. Fraud is rampant on social media, where buyers are often cheated by online traders, even though carrying out online transactions is positively easier, cheaper and more affordable, there is a lot of fraud that occurs in society and fraudsters sometimes cannot be found because of the large number traders who use fake identities, so that buyers can trust them. The government is trying to prevent and provide sanctions against perpetrators of fraud which cause a lot of harm to society. Apart from that, the journal created aims to find out whether the government has ideally cleaned up the fraudsters who are rampant in this internet age, and what efforts have been made by the government in providing sanctions to the perpetrators and why there can be changes to Law No. 11 of 2008 concerning ITE became ITE Law Number 19 of 2016. Keywords: ITE Law Number 19 of 2016, Online Buying and Selling Sites, criminal acts of fraud.
Interpretasi Dual Banking Sistem Pada Stabilitas Perbankan di Indonesia Abigael, Ellena Rachell; Rahayu, Diana Fitria; Siswajanthy, Farahdinny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini dibuat untuk mengetahui tentang sistem bunga yang dijalankan oleh perbankan syariah yang merupakan suatu lembaga yang sudah dicantumkan pada UU Pasal 6 Bab 3, memberikan pembiayaan dan atau dapat melakukan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Bank Indonesia. Setelah itu terdapat juga dukungan pembiayaan dalam arti umum merupakan bantuan untuk membuka usaha berdasarkan prisnip syariah dengan adanya pembukaan Unit Usaha Syariah (UUS), yang resmi diberlakukan UU No. 10 Tahun 1998. Dalam perubahan secara bersamaan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam produk maupun jasa dalam bidang perekonomian, hal ini merupakan peraturan yang baru bagi bank syariah dengan berbasis bunga dan perbankan berbasis keuntungan yang dilakukan oleh bank untuk perekonomian masyarakat. Terdapat juga pengertian tentang Dual Banking System, kegiatan yang dilangsungkan secara bersamaan tetapi tetap dengan dasar dari perbankan syariah tersebut. Yang usdah diatur dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Dengan adanya keuntungan antara bank dan masyarakat maka terdapat suatu dampak yang diberikan dari Dual Banking System, terdapatnya kompetisi atau persaingan sendiri antara penjual dalam mendapatkan keuntungan dan berdampak pada stabilitas dan profitabilitas kedua bank, yang memiliki kinerja yang baik dalam profitabilitas selama kritis.