Masyarakat Dusun 1 Pertiwi masih menghadapi tantangan dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama minyak goreng bekas yang sering dibuang tanpa pengolahan. Hal ini tidak hanya berisiko mencemari lingkungan, tetapi juga menghilangkan peluang untuk meningkatkan nilai ekonominya. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengubah minyak goreng bekas menjadi produk bernilai tambah, yaitu lilin aromaterapi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan praktik langsung. Sebanyak 20 ibu rumah tangga berpartisipasi sebagai mitra dalam kegiatan yang mencakup penyampaian materi, praktik pembuatan lilin, dan evaluasi produk. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterlibatan peserta, tanggapan, dan kualitas lilin yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan sosial dan motivasi berwirausaha, serta peningkatan keterampilan teknis dalam pengolahan limbah. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat sebesar 75% dan keterampilan meningkat sebesar 85% dalam pembuatan lilin. Wawancara menunjukkan bahwa 50% peserta merasa mampu dan termotivasi untuk memulai usaha kecil. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah secara inovatif, membuktikan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak goreng bekas dapat diubah menjadi produk berguna dan bernilai jual .