Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI INSTITUT KESEHATAN HELVETIA MEDAN TAHUN 2020 Chairunnisa, Milna; Fadillah, Nur
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 1, No 2 (2021): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.824 KB) | DOI: 10.51849/sl.v1i2.32

Abstract

Basically, humans are expected to be able to adapt to their environment, as well as students. Students are part of individuals who are expected to be able to perform tasks in their educational environment. These tasks are related to attendance in lectures, completing course assignments and other matters related to the teaching and learning process. The purpose isto find out the relationship between self-concept and anxiety in final year students at the Helvetia Institute of Health Medan in 2020. The research design is a quantitative study to determine the self-concept with anxiety in final year students with a cross sectional approach. The population taken in this study were 50 students at the Helvetia Institute of Health, Medan, and used total sampling. Results; with the chi square test. The results of this study indicate that of the 50 respondents at the Helvetia Health Institute, Medan, it is known that those who have a positive self-concept are the majority as many as 30 respondents (60.0%) while the majority of moderate anxiety are 15 respondents (30.0%) with a p value of 0.020.
Gambaran Penerimaan Diri Orang Tua Yang Memiliki Anak Stunting Di Pecut Sei Tuan Chairunnisa, Milna; Nasution, Miska Afriani; Loi, Vina
ISLAMIKA GRANADA Vol 5, No 1 (2024): ISLAMIKA GRANADA SEPTEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v5i1.360

Abstract

Tujuan penelitian untuk menjelaskan tentang penerimaan diri orang tua yang memiliki anak beresiko stunting di kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif. Adapun populasi yang ada di keca matan Percut Sei Tuan sebanyak 65 keluarga yang memiliki anak stunting. Hasil peneliti berdasarkan analisis yang dilakukan, bahwa penerimaan diri orang tua merupakan proses yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesadaran diri dan sikap, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan pengalaman hidup. Kesadaran Diri: Orang tua yang memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi. Mereka mampu melihat kondisi anak sebagai bagian dari kehidupan yang harus diterima dan dihadapi dengan bijak. Evaluasi Diri Positif: Temuan menunjukkan bahwa orang tua yang mampu fokus pada aspek positif dari peran mereka. Dukungan Sosial: Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas terbukti sangat penting dalam membantu orang tua menerima diri mereka. Pengalaman hidup sebelumnya, terutama pengalaman dalam menghadapi dan mengatasi kesulitanmemainkan peran penting dalam proses penerimaan diri. Orang tua yang telah melewati berbagai tantangan dalam hidup mereka lebih siap untuk menerima kondisi anak dan diri sendiri.
Happiness Therapy and Emotion Regulation for Early Married Couples Facing Emotional Abuse in the Marelan Area Afriani, Miskah; Chairunnisa, Milna; Saputri, Mega
Randwick International of Social Science Journal Vol. 5 No. 4 (2024): RISS Journal, October
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v5i4.1067

Abstract

ABSTRACT Conflicts were Indonesia's most common causes of divorce in 2023, accounting for 251,828 instances, or 61.67% of total divorce cases. Emotional abuse is a significant problem that can affect any relationship, even young married. A research analysis discovered that counseling and therapies were beneficial in mitigating the detrimental impacts of emotional abuse. The aim of the study is happiness therapy and emotion regulation for early marriage couples. This study was a pre-experimental approach. The study's statistical population consisted of 8 couples selected as a sample by purposive and voluntary sampling. Then, the happiness therapy and emotional regulation therapy protocol by Seligman. The researcher implemented the therapy in three sessions of 60-90 minutes, Then, the approaches were performed in pairs for happiness therapy and emotional regulation therapy for each couple with a month follow-up. Data were collected via semi-structured interviews. The study's findings suggest that, on a qualitative level, the informants' pre-therapy emotions were melancholy because of the emotionally abusive home environments they frequently experienced. Several informants felt disheartened and helpless to change their circumstances. Behavioral improvements were noted concerning happiness and emotional regulation. These included modifications to behaviors related to relying on calmness, communicating happiness without expressing emotion, and viewing happiness as a marriage obligation. This study can conclude that as couples learn to navigate their relationship dynamics with empathy and understanding, create a resilient partnership capable of weathering challenges without resorting to harmful behaviors. By prioritizing happiness therapy principles, couples can cultivate a harmonious union characterized by mutual respect and love.
Pemetaan Distribusi Stunting Berdasarkan Faktor Demografi di Kabupaten Deli Serdang Girsang, Lince Mayasari; Matondang, M. Farouq Ghazali; Chairunnisa, Milna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi balita stunting dan memetakan distribusi stunting berdasarkan faktor demografi di Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sistem informasi geografis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 541 balita stunting. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan jumlah kejadian stunting, wilayah dengan kategori tinggi ada 4 kecamatan yaitu Kecamatan Beringin, Kecamatan Pagar Merbau, Kecamatan Sunggal, dan Kecamatan Deli Tua. Berdasarkan faktor jumlah anggota keluarga (jumlah anggota besar > 4 orang) pada balita yang mengalami stunting di Kabupaten Deli Serdang tahun 2022 yang masuk dalam kategori tinggi terdapat di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Galang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kecamatan Beringin, Kecamatan Pagar Merbau dan Kecamatan Delitua. Berdasarkan faktor usia ibu melahirkan (usia ibu melahirkan <21 tahun) pada balita stunting di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2022 dengan kategori tinggi terdapat di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Sunggal. Berdasarkan faktor jarak kelahiran (jarak kelahiran rapat < 2 tahun) yang menyebabkan anak menjadi stunting tahun 2022 di Kabupaten Deli Serdang dengan kategori tinggi terdapat di Kecamatan Pagar Merbau, Kecamatan Deli Tua, dan Kecamatan Beringin. Wilayah yang memiliki angka stunting tertinggi mayoritas berada di wilayah yang memiliki topografi dataran rendah.