Nissa, Syahnaz Mayla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelemahan di Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Sekolah Dasar Nissa, Syahnaz Mayla; Hasibuan, Mutiya Arnida; Yunanda, Ayu Fadhillah; Barus, Enjel Ika; Simanjuntak, Gabriel Christhopher
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.16657

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk membahas secara mendalam tentang kendala-kendala yang dialami guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data adalah studi literatur dan observasi. Analisis data menggunakan analisis data interaktif. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pembelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sehingga tidak dipungkiri bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat berperan dalam membangun warga negara yang baik. Pada dasarnya tanggung jawab guru PKn sangat besar, karena tugasnya tidak hanya membangun pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), tetapi juga membangun keterampilan kewarganegaraan (civic skill) dan karakter (civic disposition). Hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Alasannya banyak seperti kognitif-berat, kurangnya kompetensi guru, pengajaran menekankan pada pengetahuan kewarganegaraan, tetapi tidak pada keterampilan dan disposisi kewarganegaraan. Pemilihan metode pembelajaran merupakan salah satu strategi pembelajaran agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai, namun selama ini guru selalu menggunakan metode ceramah yang hanya transfer of knowledge, sehingga keterampilan dan karakter peserta didik belum bisa dibangun dengan maksimal. Metode ceramah dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat kurang berarti dalam mencapai tujuan pembelajaran, sehingga diperlukan kolaborasi antar metode pembelajaran Keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode ini masih sangat kurang, di dalam metode tersebut interaksi sangat jarang ditemui. Fenomena ini menjadi penghalang untuk memunculkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga tidak dipungkiri Indonesia selalu melahirkan pemuda yang kurang kreatif.
Kelemahan di Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Sekolah Dasar Nissa, Syahnaz Mayla; Hasibuan, Mutiya Arnida; Yunanda, Ayu Fadhillah; Barus, Enjel Ika; Simanjuntak, Gabriel Christhopher
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.16697

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk membahas secara mendalam tentang kendala-kendala yang dialami guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun karakter siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data adalah studi literatur dan observasi. Analisis data menggunakan analisis data interaktif. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pembelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sehingga tidak dipungkiri bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat berperan dalam membangun warga negara yang baik. Alasannya banyak seperti kognitif-berat, kurangnya kompetensi guru, pengajaran menekankan pada pengetahuan kewarganegaraan, tetapi tidak pada keterampilan dan disposisi kewarganegaraan. Metode ceramah dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat kurang berarti dalam mencapai tujuan pembelajaran, sehingga diperlukan kolaborasi antar metode pembelajaran Keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode ini masih sangat kurang, di dalam metode tersebut interaksi sangat jarang ditemui. Fenomena ini menjadi penghalang untuk memunculkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik.