Helti Handraini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai Dalam Mengatasi Masalah Kemiskinan di Nagari Anam Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Helti Handraini; Fachri Adnan, M.; Khaidir, Afriva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kemiskinan telah menjadi isu yang serius dan menjadi pusat perhatian bagi pemerintah di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pemerintah, dalam upaya menangani masalah kemiskinan, telah mengambil berbagai inisiatif. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan mengalokasikan dana desa untuk penggunaan dalam berbagai sektor. Salah satu prioritas utama dalam penggunaan dana desa adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin. Namun, meskipun BLT merupakan salah satu prioritas utama dalam penggunaan dana desa, masih ada tantangan yang harus diatasi. Salah satu tantangannya adalah bagaimana cara memberikan bantuan yang efektif dan tidak menyebabkan penyalahgunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan dari hasil pengambilan keputusan oleh pemerintah mengenai pemberian BLT melalui alokasi dana desa agar guna tepat sasaran dan merata kepada masyarakat miskin. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data non-numerik, seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara rinci karakteristik atau sifat suatu fenomena, tanpa mencoba untuk menguji hipotesis atau membuat generalisasi statistik. Hasil dari penelitian diketahui jika pengambilan keputusan dalam pemberian BLT melalui alokasi Dana Desa menjadi kunci dalam menangani berbagai isu publik yang terkait dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Keputusan ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan dan menggunakan data dan informasi yang akurat dan terkini. Selain itu, penting untuk memastikan efektivitas dan dampak positif dari program BLT tersebut.
Tantangan Penerapan Inovasi Budaya Organisasi dalam Pengelolaan Alokasi Dana Nagari/Desa dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Baik Helti Handraini; Aldri Frinaldi
YASIN Vol 4 No 3 (2024): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v4i3.2887

Abstract

Nagari/village funds are an important instrument that can be used to improve community welfare, reduce regional disparities, and strengthen local economic empowerment. However, in practice, the implementation of organizational culture innovation in nagari/village government structures is often faced with a number of complex challenges. Nagari/village leaders and officials who have skills in organizational culture innovation can help in developing a better nagari/village fund management system, such as using information technology in reporting and monitoring the use of funds, or applying the principles of good governance in decision making. This research uses a qualitative approach with descriptive methods to explore the challenges associated with implementing organizational culture innovation in managing nagari/village funds in order to achieve the goals of good nagari/village governance. A qualitative approach provides an appropriate framework for understanding in depth the cultural context of organizations at the nagari/village level and the dynamics involved in dealing with change. The research results show that the role of nagari/village leaders and officials is very crucial in encouraging the adoption and implementation of organizational culture innovations in managing nagari/village funds. Resistance to change is still a significant challenge faced by many nagari/villages in implementing organizational culture innovation. Factors such as discomfort with the status quo and lack of understanding of the benefits of innovation can hinder efforts to improve the effectiveness of nagari/village fund management.