This Author published in this journals
All Journal LOKABASA
Saefurrohman, Aep
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : LOKABASA

Nilai Budaya dalam Kesenian Ronggeng Tayub Kaleran di Desa Mekarsari, Kabupaten Ciamis Saefurrohman, Aep
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.59846

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap kesenian ronggeng tayub kaleran yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) sejarah dan perkembangan kesenian ronggeng tayub kaleran; 2) proses pertunjukan kesenian ronggeng tayub kaleran; dan 3) nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta sumber data penelitian terdiri atas orang (person), tempat (place), dan kertas (paper). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasenian ronggeng tayub kaleran merupakan seni hiburan masyarakat yang hidup dan berkembang di Ciamis Utara, serta mempunyai ciri khas pola pertunjukan berupa gerakan pasangan antara ronggeng dan penari laki-laki. Proses pertunjukan terdiri atas tiga bagian, yaitu prapertunjukan (menyiapkan alat musik gamelan, menyediakan sesajian, kegiatan zikir, tatalu, dan sambutan), berlangsungnya pertunjukan (lagu pembuka, ibing lulugu, tayuban, ibing tambahan, dan lagu penutup), serta pascapertunjukan. Nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran, yaitu: 1) hakikat hidup yang mengajarkan agar senantiasa berusaha dan berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik; 2) hakikat karya yang menunjukan bahwa kesenian ronggeng tayub kaleran merupakan hasil karya masyarakat Ciamis Utara; 3) hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu yang menunjukkan bahwa kasenian ronggeng tayub kaleran dipergelarkan pada malam hari; 4) hakikat hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih mulia daripada makhluk lainnya; serta 5) hakikat hubungan manusa dengan sesamanya, yang menunjukkan bahwa manusia saling membutuhkan dalam menjalankan kehidupannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai-nilai budaya yang terdapat dalam kesenian ronggeng tayub kaleran dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.