Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Minat Belajar Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah Siswa Kelas 5 Manggala, Satria Adhi; Maulida, Dinda Laurenza Nailis Sikhah; Nurcahyo, Roffy; Aisyah, Siti Nur; Fakhriyah, Fina; Fajrie, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan live worksheets sebagai alat pembelajaran untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 5 di SD Negeri 1 Prambatan Lor dalam memahami materi sistem peredaran darah. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan live worksheets secara signifikan meningkatkan minat belajar serta prestasi akademik siswa, dengan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) naik dari 62.5% pada siklus awal menjadi 93.75% pada siklus berikutnya. Temuan ini menegaskan bahwa live worksheets merupakan media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar serta memberikan dampak positif yang signifikan pada hasil belajar mereka.
Improving Student Learning Outcomes Through the Problem Based Learning Model with The Help of The Natural Resource Board Nurcahyo, Roffy; Farokhah, Innalatul; Sari, Alif Nurdiana; Maulidiyah, Nur Azizatul; Ardianti, Sekar Dwi
Jurnal Prajaiswara Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v6i2.182

Abstract

Introduction/Main Objectives: This study seeks to find out how much better the PASUDA (Resource Board) learning media can become by using the problem-based learning model to improve the learning results of Grade V students at SD 1 Jekulo Kudus. We conducted the study because the students appeared passive and had poor learning processes and outcomes. As a result, researchers used a learning model assisted by media to improve learning. This study is classroom action research. Students registered in grade V at SD 1 Jekulo, totalling 32 people, are the subjects of this study. Research Methods: This research method employs a classroom action research approach that consists of two cycles, which include the steps of observation, reflection, and implementation of actions. Researchers work together with direct observers during the action and evaluate students' abilities. Finding/Results: Data analysis shows an increase in students' learning outcomes through student learning completeness in cycle I (62.5%) and cycle II (82.25%). The average student learning outcomes increased, as indicated by 60.5% of students who were active in cycle I and 80.75% in cycle II. Conclusion: The study indicated that students in grade V of SD 1 Jekulo can improve their science learning outcomes by using the problem-based learning model assisted by PASUDA media (resource board).
Eksplorasi Etnomatematika Tradisi Makanan Ketupat Lepet di Kota Kudus Zalzidan, Qeila Putri Zahri; Nurcahyo, Roffy; Farokhah, Innalatul; Zuliana , Eka
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i2.3415

Abstract

Budaya lokal memiliki potensi yang besar sebagai sumber kajian matematika yang kontekstual melalui pendekatan etnomatematika. Salah satu bentuk budaya yang sarat unsur matematis adalah tradisi pembuatan ketupat dan lepet yang berkembang di Kudus. Penelitian ini bertujuan menggali dan mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam tradisi pembuatan ketupat dan lepet serta menilai potensi pemanfaatannya dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomatematika. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap pembuat ketupat dan lepet, tokoh masyarakat, dan guru sekolah dasar. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ketupat memuat konsep geometri datar seperti bentuk belah ketupat, simetri, pola anyaman, serta pengukuran luas dan keliling, sementara tradisi lepet mengandung konsep bangun ruang berupa tabung, volume, luas permukaan, dan perbandingan. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik budaya masyarakat Kudus secara alami memuat nilai-nilai matematis yang terinternalisasi. Dengan demikian, tradisi ketupat dan lepet dapat dijadikan objek kajian etnomatematika yang relevan untuk mendukung pengembangan matematika kontekstual yang bermakna.