Wisata edukasi menjadi tren baru yang berkembang dalam dunia pariwisata dengan menggabungkan konsep berwisata disamping juga untuk mendapat pengetahuan dan pengalaman baru. Hal tersebut juga dapat pengunjung temukan dalam paket wisata di sentra kerajinan gerabah, Melikan. Sebagai perusahaan dengan bisnis utama yang bergerak dalam produksi gerabah belum banyak orang yang mengetahui sentra kerajinan gerabah Melikan dapat menjadi destinasi wisata. Maka, komunikasi penting dalam mengenalkan produk dan menarik target untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan sentra kerajinan gerabah Melikan dan mengidentifikasi pola komunikasi pemasaran yang sesuai untuk semakin memaksimalkan promosi yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan, pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan komunikasi pemasaran wisata edukasi di sentra kerajinan gerabah Melikan sudah baik namun belum maksimal. Bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan sentra kerajinan gerabah Melikan antara lain direct marketing, public relation and publisity, personal selling, merchandising, social media. Sebagai pembanding, peneliti menggunakan model komunikasi pemasaran wisata edukasi di Kampung Coklat Blitar. Dari perbandingan tersebut didapatkan hasil bahwa pola komunikasi pemasaran di sentra kerajianan gerabah Melikan yaitu dengan menggabungkan seluruh elemen bauran komunikasi pemasaran agar promosi lebih maksimal. Kontribusi dari penelitian ini adalah dapat membantu sentra kerajinan gerabah Melikan dalam memaksimalkan promosi wisata edukasi dan turut mempromosikan sentra kerajianan gerabah Melikan kepada para pembaca.