Wijaya, I Made Indra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Obyek Wisata Terintegrasi Pantai Medewi Kabupaten Jembrana Wijaya, I Made Indra
Bappenas Working Papers Vol 6 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47266/bwp.v6i1.201

Abstract

Bali sebagai tempat tujuan wisata dunia terkenal dengan keindahan alam, kesenian dan budayanya. Kabupaten Jembrana yang terletak di ujung barat Pulau Bali menyimpan keindahan alam, seni dan budaya yang tidak kalah menariknya dengan kabupaten lain; salah satunya Obyek Wisata Pantai Medewi. Namun, jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini masih sangat rendah. Policy paper ini bertujuan memperoleh kebijakan atau strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan tetap memperhatikan tata ruang. Analisis menggunakan Metode SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) dan Metode USG (Urgency, Seriousness dan Growth). Hasil yang diperoleh menggunakan Metode SWOT teridentifikasi 3 (tiga) kemungkinan strategi atau kebijakan dan setelah dilakukan urutan prioritas menggunakan Metode USG, maka strategi atau kebijakan yang harus segera dilaksanakan adalah Pembangunan, peningkatan aksesibilitas serta pengembangan spot wisata terintegrasi antara wisata pantai, agrowisata dan wisata sungai. Rencana pelaksanaan strategi atau kebijakan tersebut dijabarkan berupa Rencana Aksi dan Rencana Pelaksanaan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun yang dibagi menjadi 3 (tiga) zona yaitu Zona A (Pusat Wisata), Zona B (Pendukung) dan Zona C (Pendukung).
Prevalence and Characteristic of Superficial Fungal Infection in Denpasar City, Bali, Indonesia Wirawan, I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi; Wijaya, I Made Indra
International Journal of Biosciences and Biotechnology Vol 11 No 1 (2023): International Journal of Biosciences and Biotechnology
Publisher : Central Laboratory for Genetic Resource and Molecular Biology, Faculty of Agriculture, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJBB.2023.v11.i01.p01

Abstract

Superficial mycoses are the most common dermatological diseases caused chiefly by dermatophytes. Due to poor hygiene, superficial mycosis is more common in rural areas, yet the disease can also spread in urban areas. This study aims to determine the prevalence of superficial mycoses and compare the characteristics of skin lesions with the results of a microscopic examination of the fungus. According to this study, Pityriasis versicolor (22.2%), Tinea corporis (35.8%), and Tinea cruris (25.3%) were the three most prevalent superficial mycoses. The age distribution revealed that 25.4% of the samples were obtained from children, 37.3% from young adults, 25.4% from middle-aged adults, and 11.9% from old adults. Results from microscopic examination suggest that hyphae were absent in 28.4% of samples suspected of having an infection with superficial mycoses. In this study, the short hyphae of Malassezia and the septate and hyaline hyphae of dermatophytes could be distinguished.