Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Bermain Drama Dengan Menggunakan Teknik Oscar Brocket Pada Siswa Kelas XI-5 SMA Negeri 6 Palembang Rawanti, Krisna; Lestari, Hikmah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 3 (2024): Madani, Vol. 2, No. 3 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10949642

Abstract

This research aims to enhance the drama playing skills of the 11th-grade students in SMA Negeri 6 Palembang using Oscar Brocket's techniques. It also seeks to integrate Oscar Brocket's techniques into their curriculum, expanding their repertoire of approaches. The method employed in this research is qualitative descriptive analysis supported by quantitative data to depict the drama playing abilities before and after the intervention. Qualitative analysis is utilized to record field observations and interview results, while quantitative data is obtained from drama playing evaluations before and after the intervention. Primary and secondary data sources are utilized in this research. Data collection techniques include observation, interviews with informants, recordings, and documentation. The data analysis is descriptive and qualitative. Drama learning necessitates a technique to enhance the learning process. Researchers and Indonesian language and literature teachers discussed techniques to enhance drama playing skills, with Oscar Brocket's technique being chosen. Oscar Brocket's technique facilitates students' understanding in drama playing by engaging them in various stages such as body exercises, voice exercises, imagination, concentration exercises, technique exercises, acting exercises, and skill-flexibility exercises. These techniques are applied progressively to prevent students from getting bored during drama learning. Students are trained to concentrate but in an enjoyable manner, encouraging them to imagine everything they can think of. They are also trained to act according to the characters in the scripts provided.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil belajar Siswa Kelas XI.6 Pada Materi Teks Prosedur di SMA Negeri 6 Palembang Rawanti, Krisna; Misriani, Misriani; Apriliani, Yenni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat dari tindakan yang diterapkan pada subjek penelitian di kelas tersebut. Tujuan penelitian ini secara garis besar adalah untuk meningkatkan kemampuan menyimpulkan isi teks prosedur pada kelas xi.6 SMA Negeri 6 Palembang. Model pembelajaran Discovery Learning dipilih dalam penelitian ini dan peneliti berharap pembelajaran teks prosedur dapat mencapai hasil yang maksimal dan dapat memperbaiki kekurangan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Peenlitian Tindakan Kekas (PTK). Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif di bantu dengan data kuantitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI.6 SMA Negeri 6 Palembang tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri atas 38 siswa. Analisis data menggunakan teknik dokumentasi yang kemudian dari analisis tersebut dapat ditarik kesimpulannya. Hasil tindakan pada siklus I yang terdapat pada tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan menyimpulkan isi teks prosedur masih terbilang rendah dan masih belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan jumlah rata-rata keselurahan skor siswa yaitu 67,26. Nilai tersebut masih di bawah KKM yang ditentukan. Ada 16 siswa atau 55 % siswa yang nilainya di atas atau sama dengan KKM dan 13 siswa atau 45% siswa yang nilainya belum tuntas. Nilai terendah yaitu 50, sedangkan nilai tertinggi yaitu 90. Berdasarkan hasil tindakan pada siklus II yang terdapat pada tabel di atas menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Nilai rata- rata yang diperoleh pada siklus II adalah 80,65 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 65. Pada siklus II, para siswa lebih bersungguh-sungguh dalam menyimpulkan teks prosedurnya karena teks prosedurnya dikembangkan dan dibuat berdasarkan judul serta topik yang dekat dengan siswa yaitu membuat kegiatan sehari-hari. Jadi, dapat dikatakan bahwa kompetensi siswa dalam menulis teks prosedur pada siklus II meningkat. Berdasarkan basil refleksi di atas, proses pernbelajaran rnenyimpulkan isi teks prosedur dengan model discovery learning pada siklus II dikatakan cukup berhasil meskipun basil yang dicapai belum maksimal. Pelaksanaan tindakan pada siklus ini berjalan dengan lancar. Siswa rnerespons pelajaran yang diberikan guru dengan semangat dan antusias.