Kelompok nelayan wanita di Desa Way Muli Timur, Lampung Selatan, menghadapi tantangan ekonomi karena terbatasnya pengolahan hasil tangkapan ikan pada produk dengan nilai tambah rendah, seperti ikan asin. Untuk meningkatkan pendapatan dan memberdayakan kelompok ini, program pengabdian masyarakat berfokus pada inovasi produk frozen food berbasis ikan, seperti bakso dan nugget. Program ini mencakup pelatihan intensif, pemberian peralatan produksi, dan pendampingan pemasaran digital melalui media sosial dan platform online. Selama enam bulan pelaksanaan, peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam pengolahan dan pengemasan produk, serta memahami strategi pemasaran modern. Hasil program menunjukkan peningkatan produksi dan pemasaran, dengan jangkauan konsumen yang semakin luas berkat penggunaan e-commerce. Pendapatan kelompok meningkat signifikan, dari Rp 900.000 menjadi Rp1.200.000 per minggu, atau sebesar 30%. Selain itu, program ini mendorong peserta untuk lebih mandiri dan kreatif dalam mengembangkan usaha mereka. Program ini masih menghadapi tantangan dalam bentuk keterbatasan pasokan bahan baku selama musim paceklik dan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan swasta diperlukan untuk memperkuat akses bahan baku dan memperluas pasar. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan wanita dan menciptakan model usaha berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh komunitas pesisir lainnya.