Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar dengan Pelaksanaan pada Perawat Santi, Maya; Paturohman, Asep; Ria, Roma Tao Toba Muara; Hartoyo, Bona Dwiramaiaya; Lelasari, Margarita Dewi
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.10023

Abstract

This study aims to determine the relationship between knowledge and the implementation of essential life support in inpatient nurses at the Hospital. The quantitative research method was cross-sectional, with a sample of 68 nurses in the inpatient room of the hospital. The results of this study obtained a p-Value of 0.032 = <0.05, with a positive correlation direction, which means that the higher the nurse's knowledge, the better the implementation of essential life support. The conclusion is that there is an influence between knowledge of critical life support and implementation in nurses. Keywords: Basic Life Support, Implementation, Knowledge
The Relationship Between Knowledge and the Implementation of Infusation Installation According to Standard Operational Procedures (Spo) for Nurses in the Mayapada Inpatition Room of Hospital Tangerang Wulandari, Dewa Ayu Putu Sri; Mubarok, M. Fuad Al; Ria, Roma Tao Toba Muara; Lelasari, Margarita Dewi; Warsini, Anastasia; Situmeang, Marsondang
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v2i3.1187

Abstract

Insertion of an IV is a common and basic invasive procedure carried out by nursing staff on patients being treated in hospital. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between nurses' knowledge about infusion installation and the implementation of infusion installation according to Standard Operating Procedures (SPO). This research method uses a quantitative correlation method with a cross sectional approach. The sampling technique used the Slovin formula with an assumption of an error rate of 10%, resulting in 56 samples. Analysis of the data in this study using the Chi Square test resulted in a value of p = 0.512, which means 0.512 > 0.05 and the Fisher's Exact test and obtained a result of p = 0.580, which means 0.580 > 0.05, so the conclusion is that there is no significant relationship between knowledge and implementation of infusion installation according to Standard Operating Procedures (SPO). Suggestions from this research are that it is hoped that nurses can increase knowledge about infusion procedures and consistency in carrying out infusion procedures according to Standard Operating Procedures (SPO).
Hubungan Antara Usia Dan Lama Penggunaan Ventilasi Mekanik Dengan Kejadian Vap (Ventilator Associated Pneumoniae) Pada Pasien di Ruang Icu Rumah Sakit Khusus Paru Karawang Sutoyo, Dede; Ria, Roma Tao Toba Muara; Paturohman, Asep
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.187

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah infeksi pneumonia yang sering terjadi terkait dengan layanan kesehatan, khususnya di Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia dan lama pemakaian ventilasi mekanik dengan kejadian VAP pada pasien di ICU Rumah Sakit Khusus Paru Karawang, dengan menggunakan alat ukur CPIS. Metode penelitian ini bersifat observasional untuk menganalisis hubungan antara paparan dan penyakit. Sampel yang diteliti sebanyak 40 orang melalui teknik non probability sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis bivariat (spearman rank) serta univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden yang mengalami VAP adalah lansia. Selain itu, ditemukan hubungan yang cukup kuat antara usia dan durasi penggunaan ventilasi dengan kejadian VAP, dengan nilai P Value masing-masing 0,01 dan 0,027. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan durasi penggunaan ventilasi mekanik merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap kejadian VAP. Untuk mengurangi risiko VAP, disarankan agar ICU mengimplementasikan bundel pencegahan VAP secara ketat, mengurangi durasi penggunaan ventilator jika memungkinkan, dan meningkatkan pelatihan serta kepatuhan terhadap protokol yang ada.
Hubungan Antara Usia Dan Lama Penggunaan Ventilasi Mekanik Dengan Kejadian Vap (Ventilator Associated Pneumoniae) Pada Pasien di Ruang Icu Rumah Sakit Khusus Paru Karawang Sutoyo, Dede; Ria, Roma Tao Toba Muara; Paturohman, Asep
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.187

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah infeksi pneumonia yang sering terjadi terkait dengan layanan kesehatan, khususnya di Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia dan lama pemakaian ventilasi mekanik dengan kejadian VAP pada pasien di ICU Rumah Sakit Khusus Paru Karawang, dengan menggunakan alat ukur CPIS. Metode penelitian ini bersifat observasional untuk menganalisis hubungan antara paparan dan penyakit. Sampel yang diteliti sebanyak 40 orang melalui teknik non probability sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis bivariat (spearman rank) serta univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden yang mengalami VAP adalah lansia. Selain itu, ditemukan hubungan yang cukup kuat antara usia dan durasi penggunaan ventilasi dengan kejadian VAP, dengan nilai P Value masing-masing 0,01 dan 0,027. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan durasi penggunaan ventilasi mekanik merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap kejadian VAP. Untuk mengurangi risiko VAP, disarankan agar ICU mengimplementasikan bundel pencegahan VAP secara ketat, mengurangi durasi penggunaan ventilator jika memungkinkan, dan meningkatkan pelatihan serta kepatuhan terhadap protokol yang ada.