Wibowo, Darren Milano
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritualitas Pentakosta Berdasarkan Perspektif Liturgi Katolik Wibowo, Darren Milano; Stevani, Novia
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 4, No 1 (2024): Ritornera Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v4i1.76

Abstract

AbstractThe Pentecostalism movement has grown so rapidly that its impact and movement is not limited to certain denominations. Even for some Catholic groups, this movement is also practiced by them. This happens because of a deep longing for the movement of the Holy Spirit. The liturgy of worship in Catholicism is considered monotonous and not passionate. So this is enough to trigger the existence of Charismatic Catholicism or what is commonly referred to as "Charismatic Renewal". Charismatic Catholicism does not occur universally, but it already exists in Indonesia and only a few churches recognize and experience it. In detail the author discusses: Pentecostal spirituality in general; Charismatic Catholicism and its history and origins in Indonesia as well as the benefits of the movement; the liturgy of worship in Catholicism; then the differences between Charismatic Catholicism and Charismatic Pentecostalism. Indeed, Pentecostal spirituality is not only for Pentecostals, but also for every church and people of God who long to experience it. The most important key to experiencing this movement is the thirst and longing to experience the movement of the Holy Spirit. So, it is not about certain denominations or groups, but individuals who long to experience a breakthrough, especially in the liturgy of worship. AbstrakGerakan Pentakostalisme mengalami perkembangan yang pesat, sehingga dampak dan pergerakannya tidak hanya terjadi pada denominasi tertentu saja. Bahkan bagi sejumlah kelompok Katolik, gerakan ini juga dilakukan oleh mereka. Hal ini terjadi karena adanya kerinduan yang mendalam akan kegerakan Roh Kudus. Liturgi ibadah dalam agama Katolik dinilai monoton dan tidak bergairah. Sehingga hal ini cukup menjadi pemicu adanya Agama Katolik Karismatik atau yang biasa disebut dengan “Pembaruan Karismatik”. Katolik karismatik tidak terjadi secara universal, namun sudah ada di Indonesia dan hanya sedikit gereja yang mengakui dan mengalaminya. Secara rinci penulis membahas: Spiritualitas Pantekosta secara umum; Katolik Karismatik beserta sejarahnya dan asal usulnya di Indonesia serta manfaat gerakannya; liturgi ibadah dalam Katolik; lalu perbedaan antara Katolik Karismatik dan Pentakosta Karismatik. Sejatinya spiritualitas Pentakosta bukan hanya diperuntukkan bagi kaum Pentakosta saja, namun juga berlaku bagi setiap gereja dan umat Tuhan yang rindu untuk mengalaminya. Kunci terpenting untuk mengalami gerakan ini adalah rasa haus dan kerinduan untuk mengalami gerakan Roh Kudus. Jadi, bukan tentang denominasi atau kelompok tertentu, tapi individu yang rindu mengalami terobosan, khususnya dalam liturgi ibadah.
Feminisme dan Teologinya: Interpretasi Hosea 4:6 di Era Postmodern Wibowo, Darren Milano; Setyobekti, Andreas Budi
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2024
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v4i3.88

Abstract

The postmodern era is an era where the world experiences many renewals, especially in various abstract matters. The changes that occur are dominated by the fields of art, culture, philosophy, and economics. In the changes that occur, there is actually a deconstruction and restructuring of the previous mindset. Feminism is a movement that is growing and undergoing rapid transformation in this postmodern era. In some ways, this movement is quite contrary to the Word of God. So that in the end it pollutes the true knowledge as written in Hosea 4:6. As a result, the church now has challenges from the feminist movement and its theology in this postmodern era. The research work entitled "Feminism and Its Theology: Interpretation of Hosea 4:6 in the Postmodern Era" was written with the intention of increasing insight into the body of Christ and as a trigger for various further studies. In this study, the author uses a descriptive qualitative method based on literature to describe the profile and impact of feminism and its theology. In general, feminism has had a good impact on gender emancipation and has brought many changes to this world. But believer need to understand the real truth so that there is no misinterpretation of the Word of God. There are also various views of feminist theology that are not biblical. The hermeneutics of feminist theology tends to be inaccurate because it is not oriented to the Bible. But rather tends more towards the spirit and feelings of women that arise as a result of social suffering.AbstrakEra postmodern adalah sebuah era dimana dunia banyak mengalami pembaharuan terutama dalam beragam hal abstrak. Perubahan yang terjadi didominasi oleh bidang seni, budaya, filsafat, dan ekonomi. Dalam perubahan yang berlangsung sebenarnya terjadi dekonstruksi dan restrukturalisme dari pola pikir terdahulunya. Feminisme adalah sebuah kegerakan yang bertumbuh dan mengalami transformasi dengan pesat di masa postmodern ini. Dalam beberapa hal gerakan ini cukup bertentangan dengan Firman Allah. Sehingga pada akhirnya mencemari pengetahuan yang benar sebagaimana tertulis dalam Hosea 4:6. Sebagai dampaknya gereja kini memiliki tantangan dari kegerakan feminisme dan teologinya di era postmodern ini. Adapun karya penelitian dengan judul “Feminisme dan Teologinya : Interpretasi Hosea 4:6 di Era Postmodern” ditulis dengan maksud untuk menambah wawasan dalam tubuh Kristus dan sebagai pemantik untuk berbagai penelitian lanjutan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis literatur untuk menguraikan profil dan dampak dari feminis serta teologinya. Secara garis besar feminisme telah membawa dampak yang baik untuk emansipasi gender dan telah membawa banyak perubahan dalam dunia ini. Tetapi umat Tuhan perlu mengerti kebenaran sesungguhnya sehingga tidak terjadi kesalahan interpretasi terhadap Firman Allah. Terdapat pula beragam pandangan teologi feminisme yang tidak Alkitabiah. Hermeneutika dari teologi feminis cenderung tidak tepat karena tidak berorientasi kepada Alkitab. Melainkan lebih condong kepada semangat dan perasaan wanita yang timbul sebagai akibat penderitaan sosial.