Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN FAMILY COMMUNICATION PATTERNS (FCP) DENGAN POTENSI DEPRESI PADA MAHASISWA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Candra, Rizech; Risnawaty, Widya
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.18724.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap sebagian besar aspek kehidupan, tidak terkecuali kondisi kesehatan mental. Salah satu gangguan kesehatan mental yang meningkat selama masa pandemi ini adalah Depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Family Communication Patterns (FCP) dengan potensi depresi pada mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Partisipan penelitian ini berjumlah 304 partisipan yang terdiri dari 211 partisipan perempuan, dan 93 partisipan laki-laki. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revised Family Communication Patterns (RFCP) yang dikemukakan oleh Ritchie & Fitzpatrick pada tahun 1990 digunakan untuk mengukur pola komunikasi keluarga dan Center for Epidemiological Studies-Depression (CES-D) yang dikembangan oleh Lenore Sawyer Radloff tahun 1977 digunakan untuk mengukur potensi depresi partisipan. Dari hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian (H1) diterima. Analisis penelitian menggunakan teknik analisis Spearman Correlation, hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi signifikan antara dimensi conversation orientation (CV) dengan potensi depresi yang menghasilkan r (304) = - 0.001, dengan nilai sig = 0.990 (p > 0.05). Sedangkan korelasi antara conformity orientation (CF) dengan potensi depresi menunjukkan r (304) = + 0.447 dan nilai sig = 0.001 (p < 0.005), yang berarti terdapat korelasi positif signifikan antara dimensi CF dengan potensi depresi mahasiswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola komunikasi keluarga memiliki hubungan terhadap potensi depresi pada mahasiswa.