Penelitian ini membahas representasi tradisi dan modernitas pada antologi puisi Mantra Orang Jawa karya Sapardi Djoko Damono. Representasi dan modernitas yang dimaksud dalam artikel ini menjadi pokok pembahasan yang didasarkan pada proses pengalihan bentuk dari puisi lisan (tradisi) menjadi puisi tulis (modern). Mantra Orang Jawa menjadi antologi puisi yang merepresentasikan alih wahana dari puisi tradisi menjadi puisi modern. Pengalihwahanaan ini akan merujuk pada tujuan penelitian ini, yakni: 1) menunjukkan struktur dan kaidah puisi lisan dan puisi tulis; 2) mendeskripsikan pola-pola pengalihwahanaan puisi lisan dan puisi tulis; dan 3) menggambarkan tradisi dan budaya yang melingkupi proses alih wahana tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini memfokuskan objek dan data penelitian pada teks puisi. Metode kualitatif menjadi acuan dalam penelitian ini dengan fokus pada pemanfaatan teori alih wahana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih wahana puisi lisan menjadi puisi modern didasari pada proses tranformasi dan transmisi yang rumit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan puisi lisan dan puisi tulis pada tataran struktur, konteks penuturan, proses penciptaan, dan fungsi. Temuan penelitian ini juga memaparkan adanya pola-pola alih wahana yang digunakan untuk mengubah puisi lisan menjadi puisi tulis. Di samping itu, gambaran tradisi dan budaya pada proses alih wahana puisi lisan menjadi puisi tulis dapat terlihat dengan jelas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wacana komprehensif atas proses transformasi puisi lisan menjadi puisi tulis.