Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN KINERJA BROWSER PADA PEMANFAATAN ANIMASI SVG (SCALABLE VECTOR GRAPHIC) Kurniawan, Ichwan; Rifqi Maulana, Much.; Yulianto Rusli, Christian
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 17 No 2 (2022): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVII No. 2 Oktober 2022
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v17i2.243

Abstract

Penggunaan Motion Graphic (MG) tidak hanya dugunakan sebagai sarana media seni, namun perkembanganya MG dapat dimanfaatakan di berbagai bidang. Baik bidang pendidikan, periklanan, hukum dan sebagainya. Pemanfaatan MG dalam proses pembelajaran dapat digunakan sebagai media pembelajaran, melalui MG diharapkan pengguna dapat memahami materi pembelajaran dengan baik. Animasi menjadi bagian yang terpenting dalam pembuatan MG, Salah satu metode untuk menghemat waktu rendering dengan mengurangi detail gerakan, hal ini akan sedikit mempeharuhi hasil akhir animasi. Selain mengurangi kompleksitas gerakan terdapat metode lain untuk menghemat waktu render, yaitu menggunakan pemrograman komputer. Salah satu pemrograman komputer yang dapat digunakan untuk membuat animasi adalah dengan memanfaatkan Scalable Vector Graphic (SVG), SVG menggunakan bahasa markup yang berjalan pada browser. Hal ini memungkinkan dapat meminimalkan waktu render tanpa mengurangi kualitas hasil render, dan dapat membuat animasi dengan presisi nilai yang sesuai dengan kenyataannya. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kinerja browser pada pemanfaatan animasi SVG dengan perbedaan atribut durasi dalam perbedaan garakan. Hasil dari perbandingan kinerja browser pada pemanfaatan animasi SVG dengan menambah atribut durasi dan perbedaan garakan. Hasil dari Perbandingan Kinerja Browser pada Pemanfaatan Animasi SVG (Scalable Vector Graphic) adalah bahwa Perbandingan Kinerja Browser Pada Pemanfaatan Animasi SVG (Scalable Vector Graphic), bahwa tidak terdapat perbandingan kenerja browser yang menonjol dan animasi SVG dapat ditampilkan dan dijalankan dalam lingkungan browser dengan normal. Dapat dilihat pada kinerja rendering dan painting. Keseluruhan durasi animasi rata-rata lama waktu pada kenerja render sebanyak 245ms atau 4,78% dan rata-rata lama waktu pada kinerja painting sebanyak 161ms atau 3.14%. Kemudian Jika dilihat dari lama waktu GPU tidak bekerja dalam browser, tiap durasi memiliki lama waktu yang berbeda-beda. Waktu tercepat terdapat pada durasi 4.55s dengan waktu 4849ms dan waktu terlama terdapat pada durasi 0.05s dan 1.55s dengan waktu 4921ms. Artinya bahwa durasi animasi SVG tidak mempengaruhi kinerja browser dalam menjalankan animasi SVG. Hal ini dikarenakan bahwa dokumen SVG yang dijalankan melalui browser dijalankan dalam perintah (values animation) yang sama, jadi browser hanya menjalankan perintah yang sama sera berulang-ulang. Jika terjadi selisih kinerja browser kemungkinan dikarenakan karena terdapat pekerjaan yang lain yang dilakukan oleh perangkat pemproses dalam satu kegiatan.
PEMANFAATAN SCRIPT PYTHON UNTUK MEMBUAT 3D ANIMATION PADA OPEN-SOURCE SOFTWARE Kurniawan, Ichwan; Rifqi Maulana, Much.; JSH Siregar, Dicke
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 1 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 1 April 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i1.98

Abstract

Dalam pembuatan animasi komputer, semua aktifitas objek disimpan dalam sebuh keyframe kemudian setiap keyframe disimpan dalam suatu frame (Pranatio and Kosala 2010). Animation dibuat berdasarkan rentang waktu animasi dalam satu detik, hal ini disebut dengan frame rate/frame per second(FPS). Animasi, baik 2D atau 3D  dibuat berdasarkan rentang waktu animasi dalam satu detik, hal ini disebut dengan frame rate/frame per second(FPS). Secara umum metode untuk menghemat waktu rendering adalah dengan mengurangi kompleksitas gerakan, namun hal ini akan sedikit mempeharuhi hasil akhir animasi (V. Patil and L. Deshpande 2016). Dengan memanfaatkan komputer dalam produksi animasi, membutuhkan spesifikasi hardware yang mencukupi untuk menghasilkan hasil akhir yang memuaskan. pembuatan animasi komputer, selain menggunakan teknik keyframe, animasi dapat dibuat dengan memanfaatkan script program. Oleh karena itu denga memanfaatkan python script dalam pembuatan animasi dapat meminimalkan waktu render tanpa mengurangi kualitas render, dan dapat membuat animasi dengan presisi nilai yang sesuai dengan kenyataannya. Tujuan dari penelitian ini adalah Membandingkan pembuatan 3D Animation Rotation, Location dan Scale dengan teknik keyframe dengan teknik script python pada software blender apakah akan mempenyaruhi waktu rendering dengan Teknik Anova one way.Hasil pengujian 3d animation rotation, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh< Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation ROTATION dengan Keyframe 3D Animation ROTATION.Hasil pengujian 3d animation location, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh < Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation LOCATION dengan Keyframe 3D Animation LOCATION.Sedangkan untuk pengujian 3d animation scale, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh < Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation SCALE dengan Keyframe 3D Animation SCALE.Hasil Evaluasi 3d animation rotation, location dan scale dengan menggunakan teknik Anova adalah Ho dapat diterima, karena nilai F hitung lebih kecil dari F table dan Ha ditolak. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan Teknik Anova, Tidak terdapat penurunan time rendering  (lama waktu) terdapat penggunaan script python dengan keyframe,  hal ini dikarenakan selisih time rendering (lama waktu) antara penggunaan script python dan keyframe berubah tidak signifikan.Keywords:  Script Python, Keyframe, Render 3D Model, open-source software
PEMANFAATAN SCRIPT PYTHON UNTUK MEMBUAT 3D ANIMATION PADA OPEN-SOURCE SOFTWARE Kurniawan, Ichwan; Rifqi Maulana, Much.; JSH Siregar, Dicke
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 1 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 1 April 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i1.98

Abstract

Dalam pembuatan animasi komputer, semua aktifitas objek disimpan dalam sebuh keyframe kemudian setiap keyframe disimpan dalam suatu frame (Pranatio and Kosala 2010). Animation dibuat berdasarkan rentang waktu animasi dalam satu detik, hal ini disebut dengan frame rate/frame per second(FPS). Animasi, baik 2D atau 3D  dibuat berdasarkan rentang waktu animasi dalam satu detik, hal ini disebut dengan frame rate/frame per second(FPS). Secara umum metode untuk menghemat waktu rendering adalah dengan mengurangi kompleksitas gerakan, namun hal ini akan sedikit mempeharuhi hasil akhir animasi (V. Patil and L. Deshpande 2016). Dengan memanfaatkan komputer dalam produksi animasi, membutuhkan spesifikasi hardware yang mencukupi untuk menghasilkan hasil akhir yang memuaskan. pembuatan animasi komputer, selain menggunakan teknik keyframe, animasi dapat dibuat dengan memanfaatkan script program. Oleh karena itu denga memanfaatkan python script dalam pembuatan animasi dapat meminimalkan waktu render tanpa mengurangi kualitas render, dan dapat membuat animasi dengan presisi nilai yang sesuai dengan kenyataannya. Tujuan dari penelitian ini adalah Membandingkan pembuatan 3D Animation Rotation, Location dan Scale dengan teknik keyframe dengan teknik script python pada software blender apakah akan mempenyaruhi waktu rendering dengan Teknik Anova one way.Hasil pengujian 3d animation rotation, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh< Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation ROTATION dengan Keyframe 3D Animation ROTATION.Hasil pengujian 3d animation location, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh < Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation LOCATION dengan Keyframe 3D Animation LOCATION.Sedangkan untuk pengujian 3d animation scale, bahwa F hitung lebih kecil harga F table (Fh < Ft) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi Tidak terdapat penurunan time rendering (lama waktu) terhadap penggunaan Script Python 3D Animation SCALE dengan Keyframe 3D Animation SCALE.Hasil Evaluasi 3d animation rotation, location dan scale dengan menggunakan teknik Anova adalah Ho dapat diterima, karena nilai F hitung lebih kecil dari F table dan Ha ditolak. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan Teknik Anova, Tidak terdapat penurunan time rendering  (lama waktu) terdapat penggunaan script python dengan keyframe,  hal ini dikarenakan selisih time rendering (lama waktu) antara penggunaan script python dan keyframe berubah tidak signifikan.Keywords:  Script Python, Keyframe, Render 3D Model, open-source software
PERBANDINGAN KINERJA BROWSER PADA PEMANFAATAN ANIMASI SVG (SCALABLE VECTOR GRAPHIC) Kurniawan, Ichwan; Rifqi Maulana, Much.; Yulianto Rusli, Christian
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 17 No 2 (2022): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVII No. 2 Oktober 2022
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v17i2.243

Abstract

Penggunaan Motion Graphic (MG) tidak hanya dugunakan sebagai sarana media seni, namun perkembanganya MG dapat dimanfaatakan di berbagai bidang. Baik bidang pendidikan, periklanan, hukum dan sebagainya. Pemanfaatan MG dalam proses pembelajaran dapat digunakan sebagai media pembelajaran, melalui MG diharapkan pengguna dapat memahami materi pembelajaran dengan baik. Animasi menjadi bagian yang terpenting dalam pembuatan MG, Salah satu metode untuk menghemat waktu rendering dengan mengurangi detail gerakan, hal ini akan sedikit mempeharuhi hasil akhir animasi. Selain mengurangi kompleksitas gerakan terdapat metode lain untuk menghemat waktu render, yaitu menggunakan pemrograman komputer. Salah satu pemrograman komputer yang dapat digunakan untuk membuat animasi adalah dengan memanfaatkan Scalable Vector Graphic (SVG), SVG menggunakan bahasa markup yang berjalan pada browser. Hal ini memungkinkan dapat meminimalkan waktu render tanpa mengurangi kualitas hasil render, dan dapat membuat animasi dengan presisi nilai yang sesuai dengan kenyataannya. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kinerja browser pada pemanfaatan animasi SVG dengan perbedaan atribut durasi dalam perbedaan garakan. Hasil dari perbandingan kinerja browser pada pemanfaatan animasi SVG dengan menambah atribut durasi dan perbedaan garakan. Hasil dari Perbandingan Kinerja Browser pada Pemanfaatan Animasi SVG (Scalable Vector Graphic) adalah bahwa Perbandingan Kinerja Browser Pada Pemanfaatan Animasi SVG (Scalable Vector Graphic), bahwa tidak terdapat perbandingan kenerja browser yang menonjol dan animasi SVG dapat ditampilkan dan dijalankan dalam lingkungan browser dengan normal. Dapat dilihat pada kinerja rendering dan painting. Keseluruhan durasi animasi rata-rata lama waktu pada kenerja render sebanyak 245ms atau 4,78% dan rata-rata lama waktu pada kinerja painting sebanyak 161ms atau 3.14%. Kemudian Jika dilihat dari lama waktu GPU tidak bekerja dalam browser, tiap durasi memiliki lama waktu yang berbeda-beda. Waktu tercepat terdapat pada durasi 4.55s dengan waktu 4849ms dan waktu terlama terdapat pada durasi 0.05s dan 1.55s dengan waktu 4921ms. Artinya bahwa durasi animasi SVG tidak mempengaruhi kinerja browser dalam menjalankan animasi SVG. Hal ini dikarenakan bahwa dokumen SVG yang dijalankan melalui browser dijalankan dalam perintah (values animation) yang sama, jadi browser hanya menjalankan perintah yang sama sera berulang-ulang. Jika terjadi selisih kinerja browser kemungkinan dikarenakan karena terdapat pekerjaan yang lain yang dilakukan oleh perangkat pemproses dalam satu kegiatan.