Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Struktur Dan Komposisi Kimia Pada Tahapan Evolusi Bintang Primer Bermassa 2.24M_⊙Tipe Algol M. Abu Kamal; Asih Melati
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v1i4.134

Abstract

Modeling has been carried out using the STARS software to analyze the structure and chemical composition of a primary star with a mass of 2.24M_⊙ type Algol. Algol type stars are close binary star systems that experience the Algol pradox. The Algol paradox is a situation where a star with a smaller mass turns out to have evolved further than a star with a larger mass. The results of this modeling are (1) HR diagrams (2) star structure graphs and (3) graphs of star chemical composition as a function of radius.
Pemberdayaan Kearifan Lokal Melalui Workshop dan Pelatihan Pembuatan Serbuk Jamu Sehat Remaja Khas Madura Kamal, M. Abu; Herawati, Tutik; Suhairiyah, Suhairiyah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/06tbn797

Abstract

Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa. Salah satu bentuk kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun adalah tradisi pembuatan jamu tradisional Madura, yang tidak hanya berfungsi sebagai minuman kesehatan tetapi juga sebagai simbol kekayaan budaya dan identitas masyarakat Madura. Melalui workshop dan pelatihan pembuatan serbuk jamu sehat remaja khas Madura, diharapkan generasi muda dapat memperoleh edukasi dan keterampilan mengenai manfaat dan proses pembuatan jamu. Metodologi pengabdian melibatkan tahapan persiapan alat dan bahan, demonstrasi pembuatan, hingga pengemasan serbuk jamu dalam kapsul. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pembuatan jamu, serta kesadaran akan pentingnya melestarikan kearifan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kesadaran akan manfaat kesehatan jamu tradisional. Workshop ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberdayakan masyarakat dan melestarikan tradisi jamu di kalangan generasi muda.
Structure and Chemical Composition Analysis of the Evolutionary Stages of a Primary Star with a Mass of Tipe Algol M. Abu Kamal
Interdisciplinary Journal of Social Science and Education (IJSSE) Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Academy of Social and Religious Research (IASRR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53639/ijsse.v1i1.3

Abstract

Modeling using the STARS toolkit to analyze the structure and chemical composition of 2.24M⊙-mass Algol-type primary stars. Algol-type stars are close binary systems that experience the Algol paradox. The Algol paradox is a situation where a star with a smaller mass has evolved further than a star with a larger mass. The results of this modeling are (1) HR diagram (2) graph of stellar structure and (3) graph of stellar chemical composition as a function of radius.  
Sistem Irigasi Semi-Otomatis Berbasis Graf Pohon Biner untuk Efisiensi Penyiraman Tanaman di Desa Batang-Batang Daya Firmansa, Ilman; Firatama, Aditya Dandy; Kamal, M. Abu
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2457

Abstract

Praktik penyiraman manual di lahan pertanian Desa Batang-batang Daya, Sumenep, memakan waktu 5–6 jam per hari dan menurunkan produktivitas petani. Penelitian ini mengembangkan sistem irigasi semi-otomatis berbasis graf pohon biner, dengan tandon air sebagai simpul akar, cabang sebagai jalur distribusi, dan daun sebagai titik penyiraman. Implementasi meliputi pemetaan lahan 754 m², instalasi pompa, pipa, katup, sprinkler, dan pelatihan petani. Hasil uji coba menunjukkan sistem ini mampu mengurangi waktu penyiraman lebih dari 66,67%, meningkatkan distribusi air, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penerapan konsep graf dalam irigasi sederhana dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta memperkuat kapasitas petani melalui transfer teknologi aplikatif.
Antara Teori dan Realitas: Refleksi Filosofis dan Interpretasi Kosmologi Kuantum M. Abu Kamal; Fitriya S
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i1.4815

Abstract

Einstein's General Theory of Relativity has revolutionized our understanding of gravity by replacing Newtonian gravitational law, which regarded gravity as an attractive force between two masses. In GR, gravity is seen as a manifestation of the geometry of spacetime, influenced by the distribution of mass and energy. This theory successfully explains phenomena such as the bending of light by massive objects and the prediction of the existence of black holes. Meanwhile, Quantum Mechanics, rooted in the works of Max Planck, Albert Einstein, Niels Bohr, and Werner Heisenberg, reveals a microscopic world filled with probabilities and uncertainties, as well as phenomena such as wave-particle duality and Heisenberg’s uncertainty principle. While both theories have successfully explained phenomena at macroscopic and microscopic scales, the inability to unify General Relativity and Quantum Mechanics remains a major issue in theoretical physics. The fundamental differences between them, particularly regarding the nature of spacetime and determinism, create challenges in formulating a theory of quantum gravity. Various approaches, such as Loop Quantum Gravity (LQG) and string theory, aim to unify these two theories, although they still face limitations in experimental verification. Quantum cosmology also opens up space for deeper philosophical reflections on the nature of reality, spacetime, determinism, and the role of the observer in determining physical existence, leading to questions regarding the meaning and purpose of the universe itself within its underlying probabilistic and uncertain framework.