Syifa, Zahrotusy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KONFUSI AKUT DENGAN PENERAPAN STIMULASI AUDITORI TERHADAP PERUBAHAN NILAI GLASGOW COMA SCALE (GCS) PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DENGAN PENURUNAN KESADARAN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA: Nursing Care with Nursing Diagnosis of Acute Confusion Using the Application of Auditory Stimulation on Changes in Glasgow Coma Scale (GCS) Values in Hemorrhagic Stroke Patients with Decreased Consciousness in the Intensive Syifa, Zahrotusy; Dwiyana, Ana; Hadi Fauzi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1814

Abstract

Pendahuluan : Stroke dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Pada kasus stroke dengan penurunan kesadaran dapat mengakibatkan pasien mengalami kematian, defisit neurologi, semakin lamanya waktu perawatan, dan akan meningkatkan biaya perawatan. Pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran memerlukan terapi non farmakologi sebagai terapi tambahan penunjang proses penyembuhan, salah satu intervensi non farmakologi yakni stimulasi sensori auditori. Stimulasi sensori auditori merupakan suatu intervensi dimana pasien yang menerima intervensi mendengarkan suara yang direkam secara digital, rekaman tersebut merupakan rekaman suara orang yang dikenal dekat dengannya, rekaman berisi suatu kisah yang berkesan dengan pasien. Tujuan : untuk mengetahui perubahan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) sebelum dan sesudah dilakukan penerapan Stimulasi Auditori. Metode : Metode analisis yang digunakan dimulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.. Hasil : Kasus kelolaan pada Tn. S (55 tahun) dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik intracerebral Hemmorhage Post EVD hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Istrinya, GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS =  6. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS = 6, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Kasus Resume pada Tn.E (36 tahun), dengan diagnosa medis Stroke Hemoragik Intracerebral Hemmorhage HT Emergency hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Orang Tuanya, GCS = 4, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS =  4, setelah dilakukan tindakan GCS = 5. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 4, setelah dilakukan tindakan GCS = 4. Kasus Resume Ny.N (59 tahun), dengan diagnosa Stroke Hemoragik Intracerebral Hemmorhage HT Emergency hari pertama sebelum dilakukan tindakan Stimulasi auditori rekaman suara Anaknya, GCS = 5, setelah dilakukan tindakan GCS = 6. Hari kedua sebelum dilakukan tindakan GCS =  5, setelah dilakukan tindakan GCS = 6. Hari ketiga sebelum dilakukan tindakan GCS = 6, setelah dilakukan tindakan GCS = 7. Kesimpulan : Hasil yang didapatkan dari ke tiga pasien tersebut dapat dilihat bahwa setelah dilakukan Intervensi Stimulasi Auditori tidak terjadi perubahan Glasgow Coma Scale (GCS) yang signifikan