Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN STATUS EKONOMI KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN DONGGALA KECAMATAN BANAWA TAHUN 2022 Nur Meity; Rafita Aldatami; Mohammad Zulfikar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.181

Abstract

Pada balita terdapat rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu cepat dan lambat. Tahun 2018, WHO menunjukkan bahwa terdapat 149 juta anak balita mengalami stunting (pendek) dan 49 juta mengalami wasting(kurus). Tahun 2019 prevalensi status gizi balita di Provinsi Sulawesi Tengah masih tergolong 10 provinsi tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus stunting 31,26%, Underwight 19,6%, Wasting 12,2%. Prevalensi stunting kabupaten/kota di Sulawesi tengah donggala menempati urutan pertama dengan jumlah kasus 34,9% pada tahun 2019, 27,1% tahun 2020, dan 29,5 % tahun 2021. Pengetahuan gizi ibu adalah salah satu faktor yang mempunyai pengaruh signifikan padakejadian stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan status ekonomi keluarga terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Donggala Kecamatan Banawa, tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang melihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita. Instrumen penelitian berupa wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan ujiSpearman. Analisis penelitian menunjukkan bahwa di wilayah kerja puskesmas Donggala didapatkan pertumbuhan balitaberkategori pendek (43,3%). Kategori pendek ini ditemukan lebih banyak pada tingkat pengetahuan ibu baik (23,3%), cukup (10,0%), kurang (10,0%) dan p = 0,000 dengan uji Spearman. Kategori pertumbuhan balita yang pendek ditemukan lebih banyak pada status ekonomi rendah (43,3%), status ekonomi tinggi (0%) dan p = 0,010 dengan uji spearman.Disimpulkan Pertumbuhan balita berkategori pendek (43,3%) berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi yang baik maupun rendah dan status ekonomi yang rendah.