Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik Wanita Menopause dengan Kadar Koleseterol di Posyandu Lansia Sekarsari Taman Sari Indah Bondowoso Hadijati, Umi; Hikmatin, Nova; Suhartin, Suhartin
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v5i2.8594

Abstract

Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi secara permanen, di mana wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan. Berkurangnya hormon estrogen pada wanita menopause dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jika dibiarkan secara terus-menerus, hal ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan wanita menopause, seperti gangguan sirkulasi darah yang berpotensi menyebabkan stroke. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi dengan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi status gizi, 2) Mengidentifikasi aktivitas fisik, 3) Mengidentifikasi kadar kolesterol, 4) Menganalisis hubungan antara status gizi dengan kadar kolesterol, dan 5) Menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol. Desain penelitian ini adalah analitik cross-sectional dengan jumlah sampel 41 responden wanita menopause. Instrumen yang digunakan untuk menentukan status gizi diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), sementara aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan dihitung dengan menggunakan Rumus MET. Kadar kolesterol diukur menggunakan metode Point Of Care Test (POCT) dengan alat merk Easy Touch GCU Meter Device. Analisis data univariat dilakukan untuk distribusi masing-masing variabel, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan antar variabel menggunakan uji statistik Spearman's Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (53,5%), aktivitas fisik sedang (56,1%), dan kadar kolesterol pada ambang batas tinggi (49%). Analisis hubungan status gizi dengan kadar kolesterol menggunakan uji Spearman's Rank menunjukkan nilai p = 0,081 > 0,01, artinya tidak ada hubungan antara status gizi dengan kadar kolesterol. Analisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,01, yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar kolesterol, dengan nilai koefisien korelasi 0,911 yang menunjukkan hubungan sangat erat. Saran bagi wanita menopause adalah sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin, melakukan aktivitas fisik dan olahraga, serta makan makanan seimbang sesuai kebutuhan wanita menopause.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Di MTs Salbilil Mutaqin Maesan Kabupaten Bondowoso Yuniarsi, Tias; Hikmatin, Nova; Suhartin, Suhartin
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v5i2.8595

Abstract

Payudara pada perempuan adalah kelenjar yang mampu memproduksi air susu. Ancaman kanker payudara mulai menghampiri kalangan usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perilaku siswi tentang SADARI di MTS Sabilil Mutaqin Desa Gambangan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi di MTS Sabilil Mutaqin sebanyak 61 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data diolah menggunakan SPSS dengan McNemar Test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku SADARI sebelum mendapatkan penyuluhan adalah baik, sebanyak 21 orang (55,3%), dan hampir seluruh responden menunjukkan perilaku SADARI yang baik setelah mendapatkan penyuluhan, yaitu sebanyak 31 orang (81,6%). Disarankan agar responden secara rutin melakukan perilaku SADARI dan segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan jika ada perubahan pada payudara.