Bukaryo, Said Ripin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Mandiri Menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di SMA Negeri 1 Asembagus Situbondo Bukaryo, Said Ripin
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 4, No 3 (2023): Ketahanan Sosial dan Pemberdayaan Pendidikan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v4i3.7372

Abstract

Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Asembagus yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dengan menerapkan pelatihan mandiri melalui platform merdeka mengajar (PMM). Subjek penelitian ini adalah seluruh guru yang memiliki akun belajar id dan sudah mengakses platform merdeka mengajar (PMM) dan sebanyak 54 guru yang menjadi subjek dalam penelitian tindakan sekolah ini. Platform merdeka mengajar (PMM) adalah aplikasi untuk memudahkan guru megajar, menilai siswa dan memberikan pelatihan untu meningkatkan kompetensi serta bekerja untuk menginspirasi rekan kerja. Dengan adanya platform ini, guru dapat meningkatkan kompetensinya dengan kreativitas yang dikembangkan sendiri. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian bekal dengan In House Training (IHT) yang bertujuan untuk mengenalkan dan menggunakan platform merdeka mengajar mandiri yang dapat digunakan guru. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap atau 2 siklus yaitu siklus-I dan siklus-II. Peningkatan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Asembagus dengan pelatihan mandiri berupa pembuatan aksi nyata yang bisa dalam bentuk PPT, video pembelajaran. Dari penerapan pelatihan mandiri tersebut ada peningkatan kompetensi guru yang pertama kali baru mengenal platform merdeka mengajar merasa kesusahan untuk menerapkan dan membuat aksi nyata. Hal ini tergambar pada hasil siklus-I yang hanya 11,5% guru yang memperoleh sertifikat setelah pembuatan aksi nyata. Selanjutnya pada siklus-II ada peningkatan perolehan sertifikat yaitu sebesar 86,5%. Hal ini tergambar jelas bahwa dengan adanya IHT dan pelatihan mandiri kepada guru maka akan meningkatkan kompetensi.