Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Literatur : Ancaman Cybercrime di Indonesia dan Pentingnya Pemahaman akan Fenomena Kejahatan Digital Nabila Aulia Agustin; Refania Meilani Firdos
Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Jamastika Vol.3 No.1 April 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jamastika.v3i1.2841

Abstract

ABSTRAK Meningkatkan Kesadaran akan Keamanan Cyber di Era Digital Karena semakin banyaknya aktivitas yang dilakukan secara Online, keamanan cyber menjadi semakin penting. Studi tentang pengamanan cyber dapat meningkatkan pemahaman kita tentang jenis serangan cyber, teknik yang digunakan oleh penyerang, dan kerentanan sistem yang ada. Hal ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan individu dan organisasi terhadap ancaman cyber. Beberapa cara untuk meningkatkan keamanan cyber termasuk meningkatkan kapasitas, membangun sistem pertahanan dan keamanan siber yang berbasis pada cyber defence, serta komunikasi dan sinergitas, koordinasi, jaringan, dan kerja sama teknis untuk membentuk komunitas keamanan siber. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur kesadaran pengguna E-commerce dan media sosial Indonesia tentang keamanan cyber. Kata Kunci: Cyber, Digital, Sistem, Keamanan, Sosial
Analisis Praktik Penjualan Produk Pada Shopee dan TikTok Shop by Tokopedia; Potensi Pelanggaran Prinsip Ekonomi Syariah Dalam E-Commerce Refania Meilani Firdos; Muh Ilham Wahyu Fajar; Nazhifah Maulia
JPIES: Jurnal Pelita Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2025): JPIES Edisi Januari 2025
Publisher : LPPM STEBIS YPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71195/tx37gp68

Abstract

This study aims to analyze the practice of selling goods on online applications with a focus on potential violations of sharia economic principles. The growing number of online buying and selling transactions has resulted in various challenges in the implementation of sharia principles, especially related to the prohibition of gharar (uncertainty), riba (interest), and tadlis (fraud). This study uses an approach with a literature study method and interviews with online business actors to identify the forms of violations that occur and their mitigation efforts. The results of the study show that although many e-commerce platforms have attempted to implement the principles of fairness, openness, and halal products, there are still practices that have the potential to violate such as the dissemination of non-transparent information, fake product assessments, and the use of payment systems that contain elements of usury such as paylater. This study emphasizes the importance of increasing awareness of business actors and consumers regarding sharia economic principles and strengthening regulations so that online buying and selling practices can run in accordance with sharia values, creating a fair, transparent, and blessed e-commerce ecosystem.
Sistem E-Voting Pemilihan Kepala Desa, Kelurahan Jatireja menggunakan Algoritma AES dan SHA Refania Meilani Firdos; Muh Ilham Wahyu Fajar; Nazhifah Maulia
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan suatu proses demokrasi yang dilakukan secara transparan, keakuratan serta kerahasian terhadap pemilih. Namun, kebanyakan pemilihan suara seperti ini banyak terjadi kecurangan, kesalahan mendata, keterlambatan perhitungan suara, dan pelanggaran privasi pemilih yang menyebabkan kurang konsistennya saat pemilu berlangsung. Oleh karena itu, peneliti mengimplementasikan pemilihan suara berbasis website dan menerapkan sistem keamanan data dan anonimitas pemilihan suara[1]. Sistem e-voting ini menerapkan algoritma SHA-256 (Secure Hash Algorithm 256-bit)[2] dan AES-GCM (Advanced Encryption Standard-Galois Counter Mode)[3] untuk menjaga keamanan sistem. SHA-256 pada sistem e-voting digunakan untuk melindungi data identitas warga yang berfungsi untuk memvalidasi identitas warga. Sedangakan AES-GCM sebagai pengaman identitas saat memproses pemilihan calon kepala desa. Bertujuan untuk menjaga rahasia identitas melalui proses enkripsi dan dekripsi dengan hasil suara[4]. Hasil dari implemetasi tersebut sistem dapat menunjukan bahwa proses pemilu dapat dilakukan secara tertib dan aman. Setiap warga hanya dapat melakukan voting sebanyak satu kali, jika warga melakukan voting lebih dari satu kali sistem melakukan validasi dan akan menolak. Pada hasil akhir, sistem akan memunculkan hasil suara masing-masing calon kandidat tanpa menampilkan identitas warga. Dengan demikian, sistem e-Voting dapat berjalan dengan lancer dan mampu menjaga kerahasian dan keamanan data warga, dan memberikan hasil yang transparan secara efektif[5].