Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Elfan Bookless Library System Innovation at the Barru Regency Library and Archives Office Nasaruddin H.; Khusnul Hatimah; Risma Niswaty; H., Herman; Arhas, Sitti Hardiyanti
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 12 No 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v12i1a8

Abstract

This qualitative study explores the innovation of the Elfan Bookless Library System at the Barru Regency Library and Archives Office. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with validity ensured via triangulation, negative case analysis, member checking, and extended observations. The findings reveal that the Elfan Bookless Library System enhances the reading experience by providing its own Wi-Fi network, allowing online book access. While the system effectively meets visitors' needs, its Wi-Fi coverage is limited to 500 meters, posing a connectivity challenge beyond this range. Despite this, the system is accessible without special requirements; visitors only need a cellphone or Android device. User guidance is provided through tutorials on billboards and banners, and library staff offers additional support. This study highlights the Elfan Bookless Library System's potential to innovate public library services, offering valuable insights into its advantages and limitations. These findings contribute to understanding how digital library systems can be optimized to improve user experience and accessibility in public libraries.
Efektifitas Smile Education Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche Khusnul Hatimah; Sri Wahyuni; Apriliani Yulianti Wuriningsih
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i2.1208

Abstract

For girls, menarche was the first time they had their period, which was marked by changes in their bodies and minds. Several things can make teenage girls anxious, and one of them is that they don't know enough about menstruation. This means that when they hit puberty, they aren't ready and don't know what to do. Our study's goal is to find out how well smile education reduces the stress that teenage girls feel as they approach menarche at SD Islam Sultan Agung 01 Semarang and SD Islam Sultan Agung 04 Semarang. This research is a type of quasi-experimental research with a control group design with two groups: one before the test and one after the test. The sample was made up of 156 people. A proportionate stratified random sample method was used, and a questionnaire was used as a study tool. The Wilcoxon Sign Rank test and the Mann Whitney test are used in this work. The Wilcoxon test showed that the difference between the pre- and post-tests for the intervention group was 0.000 < 0.05, while the difference for the control group was 0.084 < 0.05. A meaningful number of 0.000 <0.05 was found in the Mann Whitney test. The Wilcoxon pre-post test results of the training group and the control group showed that they were different before and after they learned how to smile. Teenage girls who were getting ready to go through menarche felt less anxious when they used a game-based Smile Education app.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kolaborasi Siswa Sekolah Dasar Norhafizah Norhafizah; Amanda Zaiti Kusumaningrum; Siti Kholillah; Khusnul Hatimah; Wahdah Refia Rafianti
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i1.26772

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan kolaboratif peserta didik sekolah dasar yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru serta keterlibatan aktif peserta didik yang masih terbatas dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut mengakibatkan kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama peserta didik belum berkembang secara optimal. Padahal, kemampuan kreatif dan kolaboratif merupakan bagian penting dari keterampilan abad ke-21 yang perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar sebagai fondasi pembelajaran di tingkat selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan kreativitas dan kolaborasi peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal nasional maupun internasional, buku referensi, serta artikel penelitian yang berkaitan dengan penerapan PjBL dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian, indikator peningkatan kreativitas dan kolaborasi, serta kendala yang dihadapi dalam implementasi PjBL di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan fleksibilitas berpikir, orisinalitas ide, dan kemampuan elaborasi peserta didik. Selain itu, PjBL juga mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab, keterampilan komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Meskipun demikian, implementasi PjBL masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan dan kompetensi guru yang bervariasi, serta kesulitan dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar secara komprehensif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru secara berkelanjutan serta pengembangan rubrik penilaian autentik untuk mendukung pelaksanaan PjBL secara optimal.