Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kesenian dan Kebudayaan Desa Margosari, serta Pengembangan Bank Sampah Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.539 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i1.3903

Abstract

Kekayaan akan keberagaman budaya di Indonesia didapatkakn melalui proses panjang antar suku yang ada di Indonesia. Salah satu budaya Indonesia yang dapat dimanfaatkan yaitu tari-tarian dan pertunjukan tradisional rakyat yang merupakan daya tarik dalam bidang pariwisata. Dalam pandangan yang tradisional tari-tarian merupakan lambang akan pemujaan atau perasaan syukur kepada Sang Pencipta, untuk menyambut tamu, dan merayakan kabar-kabar gembira. Setiap tari-tarian tradisional memiliki makna dan simbol yang berbeda antara satu tarian dengan tarian lain. Pemerintah Desa Margosari membantu dalam pengembangan bakat dan sebagai sarana pekerjaan bagi masyarakat desa setempat. Kesenian yang dikembangkan di Desa Margosari yaitu jathilan, hadrah, karawitan, dan ketoprak. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah desa yaitu memberikan sarana yang memadai agar sebuah tradisi dan budaya tidak dilupakan. Desa Margosari dalam memelihara kesenian, turut memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah merupakan bentuk dari kepedulian penduduk desa akan sampah. Bank sampah memiliki sistem dengan mengumpulkan dan mengolah sampah-sampah di wilayah desa Margosari dan sekitarnya, baik sampah dari rumah warga hingga kantor-kantor. Untuk menjaga keasrian dan mengembangkan potensi kesenian, masyarakat desa perlu menyadari pentingnya kebersihan lingkungan didesanya. Perlu adanya program bank sampah yang menjadi salah satu upaya dalam menjaga lingkungan desa agar tetap bersih dan nyaman
Kekayaan Potensi Desa Pengasih Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.418 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i2.3904

Abstract

Tanaman jagung memiliki hasil panen yang paling besar di Desa Pengasih, pada sektor peternakan, pengolah limbah ternak berupa urin dan kotorannya untuk dijadikan pestisida dan biogas. Secara khusus tujuan penyuluhan ini adalah untuk melakukan pengembangan tanaman jagung menjadi lebih baik dengan memanfaatkan semua unsur yang ada pada tanaman jagung dan upaya agar produksi dan penjualan dapat dilaksanakan secara maksimal, serta pemanfaatan limbah hewan ternak sebagai barang produktif yang dapat menunjang pertanian dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Pengasih. Segala bentuk observasi yang dikerjakan untuk memperoleh data yang diperlukan ialah dengan menggunakan metode atau cara observasi secara daring atau online. Dengan memanfaatkan potensi desa dalam bidang pertanian, kelompok mengolah tanaman jagung menjadi beberapa olahan. Olahan-olahan tersebut terdiri dari beras jagung dan emping jagung yang terbuat dari biji jagung, pupuk kompos yang terbuat dari tongkol jagung, serta pakan ternak dari tanaman jagung.
Diversifikasi Olahan Ubi Kayu sebagai Potensi Desa Sidomulyo dan Penanaman Ubi Kayu dengan Metode Tumpang Sari Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.041 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i1.3905

Abstract

Pedesaan memiliki banyak sekali lahan yang dapat dijadikan sebagai sarana pertanian maupun perkebunan yang tak jarang menghasilkan pendapatan bagi masyarakat di desa itu bahkan menjadi pekerjaan utama masyarakat di desa itu. Hal ini juga terjadi di Desa Sidomulyo. Desa Sidomulyo yang terletak di Kabupaten Kulon Progo ini memiliki lahan pertanian sawah dan ladang seluas 846,8850 ha. Lahan ini ditanami banyak hasil pertanian seperti padi ladang, padi sawah, jagung, kacang tanah, ubi kayu, kacang kedelai, dan kacang hijau. Dari sekian banyak hasil pertanian ini, ubi kayu menjadi hasil pertanian yang paling banyak menghasilkan panen yaitu 15 ton/ha pada tahun 2019. Hal ini membuat ubi kayu menjadi potensi di Desa Sidomulyo dan akan sangat berguna jika ubi kayu tersebut tidak hanya dijual melainkan diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai jual tinggi sehingga dapat memaksimalkan pendapatan masyarakat di Desa Sidomulyo. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk pengabdian ini adalah dengan mengunjungi website Kabupaten Kulon Progo hingga website Desa Sidomulyo. Setelah melakukan studi literatur, didapatkan bahwa ubi kayu itu tidak hanya dimanfaatkan umbinya saja, melainkan bagian lain seperti daun, batang, bahkan limbahnya dapat dimanfaatkan. Kelompok 98 memutuskan untuk mengolah ubi kayu menjadi cassava fries dan dikemas dalam packaging yang menarik untuk menambah nilai jual.
Pengembangan Desa Sendangsari dengan Pengolahan Potensi Desa dan Pendidikan Anak dengan Buku Ajar Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.985 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i1.3906

Abstract

Pendidikan anak dan pengelolaan potensi desa merupakan dua faktor yang penting bagi penelitian di Desa Sendangsari.  Komoditas pertanian singkong yang tinggi di Desa Sendangsari dirasa kurang diolah dengan baik sehingga Kelompok 99 berinovasi untuk memajukan komoditas singkong untuk meningkatkan nilai jual produk desa dengan sentuhan yang lebih sehat dan modern yaitu dengan mengembangkan pengelelolaan singkong menjadi kue brownies menggunakan alternatif gula sehat dengan buah pisang yang juga merupakan komoditas pertanian di Desa Sendangsari. Pendidikan anak diangkat dalam isu ini dikarenakan banyaknya sekolah jenjang PAUD dan SD yang ada pada desa ini. Pentingnya mengenalkan dasar-dasar pendidikan bagi anak-anak usia dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pendidikan di masa depan seperti mengenal angka, warna, benda, dan etika dalam kehidupan sehari-hari lewat buku ajar sederhana
Potensi Desa Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo sebagai Desa Agrowisata Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.619 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i3.3907

Abstract

Agrowisata merupakan kegiatan wisata dalam bentuk pertanian. Desa Tawangsari yang terletak di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo memiliki protensi alam sebagai penghasil buah kelengkeng. Melalui agrowisata, Desa Tawangsari dapat memiliki kesempatan dalam memasarkan kelengkengnya kepada konsumen. Penulis melakukan pemetaan potensi desa dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui website desa, Badan Pusat Statistik (BPS), dan berita. Hasilnya ada empat aspek pemetaan agrowisata Desa Tawangsari yaitu attraction (buah kelengkeng), accessibility (lokasi strategis), amenities (keadaan air bersih), ancillary (pemerintah dan masyarakat desa). Berdasarkan hasil tersebut, maka penulis mengusulkan untuk mendukung pembangunan desa agrowisata melalui pembangunan fasilitas pendukung desa agrowisata, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pembuatan blog sebagai media informasi dan promosi, dan pembuatan buku saku budidaya kelengkeng & olahan produk kelengkeng dalam bentuk puding kelengkeng. Tujuan dari pemetaan potensi desa ini adalah untuk mendukung Desa Tawangsari sebagai desa agrowisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengembangan Potensi di Desa Ngentakrejo Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5286

Abstract

Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa, pemberdayaan potensi desa merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan seluruh masyarakat desa. Arikel ini memiliki tujuan membantu masyarakat Desa Ngentakrejo dalam menganalisa, meningkatkan kualitas produk, serta pemasaran produk jamur krispi sebagai salah satu potensi di Desa Ngentakrejo. Kegiatan pengabdian di Desa Ngentakrejo dilakukan secara online karena adanya pandemic Covid-19. Maka, sumber data yang digunakan dari penelitian ini didapatkan secara online dengan metode penelitian deskriptif. Artikel ini secara khusus memiliki tujuan untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi desa Ngentakrejo yakni jamur dengan menciptakan inovasi dan ide baru melalui cara bagaimana meningkatkan kualitas produk dan bagaimana cara pemasaran produk agar dapat diterima dan dipasarkan kepada masyarakat.
Pengembangan Batik Desa Sidorejo dengan Metode Tye Die Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.596 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.5287

Abstract

Kuliah Kerja Nyata or known as KKN is an activity aimed at providing students with experience in the fields of science, art, and technology which also become a mandatory program for Atma Jaya Yogyakarta students. The implementation of KKN 80 was carried out from October to November 2021 using the KKN Society 5.0 model where the execution was conducted online considering the Covid-19 pandemic conditions. The KKN 80 Unit R group 87 located in Sidorejo village, Lendah District, Kulon Progo. Generally, the village has two main economic potentials in the form of agriculture and culture. Based on the result of observations, Sidorejo Village has the uniqueness of batik in the form of a figure eight which resembles the typical food of Geblek Renteng where this craft has the potential to be developed. However, the data shows that there are still a lot of people who do not have jobs. Therefore, the purpose of implementing KKN by group 87 is to provide job opportunities as well as assist in the development of batik types in Sidorejo Village. The preparation of the KKN report was done by collecting secondary data by searching for literature that was in accordance with the project as a reference for working on the report. The resulting output is a mapping of potential of the village, which is then made to be e-books, pocket books, and videos. Those output will explain related to village and its potential as well as the implementation of the development of batik in Sidorejo Village.
Pengembangan Potensi Desa Wahyuharjo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i4.5288

Abstract

KKN is an activity carried out by students as a form of service to certain village communities with their respective problems. The type of KKN program that is carried out is KKN Society or KKN which is carried out online. The location of the KKN was carried out in Wahyuharjo Village, Kapanewon Lendah, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region.. Kapanewon Lendah is one of the Kapanewon in the Special Region of Yogyakarta which has an astronomical location at 7° 93'22” south latitude and between 110° 23'08” East Longitude. Wahyuharjo is one of the villages in Kapanewon Lendah, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region which is located between Bumirejo and Tirtorahayu villages which has a residential area of 26.46 ha and an area of 101.84 ha of agricultural land. Wahyuharjo Village has various village potentials, especially in the field of natural wealth which if developed and utilized optimally will provide more benefits and benefits for the community. Based on the data we got during the KKN program, we also found that the people of Wahyuharjo Village also have handicrafts in the form of woven banana stems. So it can be concluded that the people of Wahyuharjo Village already have knowledge in terms of utilizing natural resources, so we want to provide wider knowledge and insight which aims to make the community more optimal in utilizing and developing the potential of natural resources owned by Wahyuharjo Village.
Potensi Agrowisata Desa Bojong serta Pengembangan Kelapa Kupas Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5289

Abstract

Bojong village has superior coconut varieties which are native to this village, namely Bojong Bulat coconut. The fact that Bojong village is located near the coast certainly affects the level of demand for young coconuts. The large number of coconut trees in this Bojong village makes it possible to make this village an agro-tourism village. Coconuts in Bojong Village can also be used as Peeled Coconut. This study aims to determine the potential of Bojong village, develop the agro-tourism potential of Bojong village, and develop peeled young coconuts to help make the village's agro-tourism potential a success. This is expected to be able to increase the existence of villages and coconuts typical of Bojong village, so that the people can live more prosperously.
Pengembangan Potensi Wisata Pantai Desa Bugel, Kabupaten Kulon Progo Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i5.5290

Abstract

Bugel village, located at Kulon Progo district, at the most west part of Yogyakarta province. This particular village is filled with natural resources. From very fertile soil, beaches and ocean, and farm land. The agricultural and industrial sector within this village is very well developed. But, it's such a shame that their tourism sector and beach is left behind by a lot. For that reason, it is crucial that the villagers gets the push and education needed for them to start being initiative at how to improve these 2 sectors. All data used within the composing and activity of this program is obtained through secondary data. Based on the data, several education programs have been constructed as the “push” the villagers needed to initiate in improving their tourism sector which will most probably start at their charming beach, and some education for how to market their new ideas.