p-Index From 2021 - 2026
1.285
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Atma Inovasia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengolahan Kripik Tortilla Jagung di Desa Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5260

Abstract

Implementation of community service activities in the form of observation and village development in Bantul Village, Kapanewon Bantul, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Research and Implementation of the Work Program were carried out boldly, due to the COVID-19 conditions. Research on the use of natural resources in Bantul Village, to improve the welfare and economic conditions of the Bantul Village community. Community service activities begin by identifying problems and potential resources in the Bantul Village area. The activity continued with the making of work programs, selection of service methods, and output products, followed by evaluation of the work programs that had been made. The final process is to make a final report that aims to reach the community. The work program of group 46 is processing corn- based tortilla chips. This topic was chosen because corn is one of the largest agricultural products in Bantul Village besides rice and soybean farming. This resource utilization program contains the steps to make corn-based tortilla chips, along with the materials needed, the estimated price of the ingredients, the estimated selling price, and the marketing methods used.
Pengembangan Potensi Teknik Pengolahan Emping Singkong di Desa Ringinharjo Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5276

Abstract

The potential of a village is natural and human resource that exists and is stored in a village. Ringinharjo village has a wide range of potential both developed and invented, one of which is the cassava chips (emping singkong) prepared by such villages as Sawahan and Bantul Karang hemlet that must surely be found in Ringinharjo village. Cassava chips are processed foods made from cassava. Methodically in the study used literature study methods related to the processing of cassava products. Based on various data and information related to cassava, processed cassava products and cassava processing techniques in Ringinharjo village will be obtained through literature study. Based on the results of these research, it shows that a village has many potential for affecting local communities in its economic, social, and cultural environment. With the development of the village's potential, it provides knowledge to the people of Ringinharjo village regarding processing techniques for cassava chips, business strategies and product innovations for cassava chips such as cassava chips with various flavor variants with coloring using natural ingredients and the packaging form of cassava chips is made to be more attractive so that it can attract the interest of a wider community.   Abstrak— Potensi desa adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terdapat dan tersimpan pada suatu desa. Desa Ringinharjo memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan maupun diciptakan salah satunya adalah emping singkong yang diolah oleh beberapa dusun seperti dusun Sawahan dan dusun Bantul Karang yang tentunya terdapat di desa Ringinharjo. Emping singkong merupakan olahan makanan berbahan dasar singkong. Secara metodelogi dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berhubungan dengan pengolahan produk singkong. Berdasarkan berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan singkong, produk hasil olahan singkong dan teknik pengolahan singkong di desa Ringinharjo akan diperoleh melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa sebuah desa memiliki berbagai potensi yang berdampak pada ekonomi, sosial, dan budaya terhadap masyarakat setempat. Dengan adanya program pengembangan terhadap potensi desa ini memberikan pengetahuan masyarakat desa Ringinharjo terkait teknik pengolahan produk emping singkong, strategi bisnis memasarkan produk emping singkong untuk dipasarkan secara online dan inovasi produk emping singkong seperti emping singkong dengan varian rasa yang beraneka ragam dengan pewarnaan menggunakan bahan alami serta bentuk kemasan dari emping dibuat supaya lebih menarik sehingga dapat menarik minat masyarakat yang lebih luas.
Pembangunan Agrowisata dan Kuliner Mi Ayam dengan Ektrak Alami di Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.5277

Abstract

Desa Trirenggo merupakan salah satu desa yang berada di Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok 50 periode 80 tahun 2021 merancang sebuah program agrowisata dengan memberdayakan masyarakat sekitar dan juga mengembangkan inovasi mi ayam dengan ekstrak bahan alami. Dengan menerapkan model KKN SOCIETY 5.0, maka rencana kegiatan pengabdian masyarakat kelompok 50 dilakukan dengan metode daring (online) dimana penelitian terkait potensi desa ditelurusi dari internet. Upaya yang kelompok 50 lakukan sebagai hasil dari penelitian dan observasi adalah dengan membuat buku saku rancangan agrowisata yang disajikan dalam bentuk e-book atau buku elektronik beserta video penjelasan, dan juga membuat buku saku yang berjudul “Pembuatan Mi Ayam Dengan Ekstrak Pewarna Alami” beserta video mengenai proses pembuatan mi. Kedua pembahasan yang diteliti oleh kelompok bertujuan untuk menjadikan desa Trirenggo sebagai desa wisata, dengan menggunakan potensi dari desa yang tersedia. Kemudian memberikan gambaran terhadap solusi dari potensi yang telah diambil. Harapan dari program ini adalah dengan gambaran dan ilmu yang telah diberikan dapat menjadi inovasi kepada masyarakat desa Trirenggo untuk perkembangan potensi desa, selain itu juga dapat meningkatkan kepedulian dengan memberikan ilmu kepada masyarakat desa Trirenggo dan menambah wawasan bagi peserta KKN periode 80 Unit J Kelompok 50 dalam memperlajari potensi desa yang tersedia serta menengemukakan solusi sebagai respon dari potensi tersebut.  
Pengembangan dan Pemberdayaan Potensi Desa Sabdodadi Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.607 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.5296

Abstract

Abstract— Through the Research and Community Service Institute (LPPM), Atma Jaya University Yogyakarta carries out the Community Service 5.0 program which focuses on community service programs through courageous means without direct contact with local residents, with a bold overall mechanism process, starting from taking, program, to implementation of the work program. The KKN 49 group was located in Sabdodadi Village, Kapanewon Bantul, Bantul Regency, Sepecial Region of Yogyakarta. Sabdodadi village has several potentials, such as cultural potential, tourism potential, and natural resource potential (SDA). Based on the potential of existing natural resources, the KKN 49 group will make village potentials regarding "Processing the Production of Banana Fruits in Sabdodadi Village into Banana Nuggets". Utilization of this potential is expected to improve the village economy through the culinary industry. The group also found data where from 2019 to 2020 there was a decrease in the number of tourist attraction visitors so that their income also decreased. In addition, there was a decline in the production value of the clothing and leather industry. So to boost the economy of the clothing and leather industry, the KKN 49 group made a pocket book on "How to Marketing Leather Crafts Online with Instagram Business and Whatsapp Business". Abstrak— Melalui lembaga penelitian dan Pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengusung program KKN Society 5.0 yang berfokus pada program pengabdian masyarakat melalui sarana daring tanpa adanya kontak seccara langsung dengan warga sekitar, dengan proses mekanisme keseluruhan secara daring, mulai dari pengambila, penentuan program, hingga pelaksanaan pembuatan program kerja. Kelompok KKN 49 mendapatkan lokasi di Desa Sabdodadi, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Sabdodadi memiliki beberapa potensi, seperti potensi budaya, potensi wisata, dan potensi sumber daya alam (SDA). Berdasarkan potensi sumber daya alam yang ada, kelompok KKN 49 akan membuat potensi desa tentang “Pengolahan Hasil Produksi Buah Pisang Desa Sabdodadi menjadi Nugget Pisang”. Pemanfaatan potensi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa melalui industri kuliner. Kelompok juga menemukan data di mana pada tahun 2019 sampai tahun 2020 terjadi penurunan jumlah pengunjung objek wisata sehingga pendapatannya juga menurun. Selain itu, terjadi penurunan nilai produksi industri sandang dan kulit. Sehingga untuk mendongkrak ekonomi industri sandang dan kulit, kelompok KKN 49 membuat buku saku tentang “Cara Pemasaran Kerajinan Kulit Secara Online dengan Instagram Business dan Whatsapp Business”.
Pengolahan Kripik Tortilla Jagung di Desa Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5260

Abstract

Implementation of community service activities in the form of observation and village development in Bantul Village, Kapanewon Bantul, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Research and Implementation of the Work Program were carried out boldly, due to the COVID-19 conditions. Research on the use of natural resources in Bantul Village, to improve the welfare and economic conditions of the Bantul Village community. Community service activities begin by identifying problems and potential resources in the Bantul Village area. The activity continued with the making of work programs, selection of service methods, and output products, followed by evaluation of the work programs that had been made. The final process is to make a final report that aims to reach the community. The work program of group 46 is processing corn- based tortilla chips. This topic was chosen because corn is one of the largest agricultural products in Bantul Village besides rice and soybean farming. This resource utilization program contains the steps to make corn-based tortilla chips, along with the materials needed, the estimated price of the ingredients, the estimated selling price, and the marketing methods used.
Pengembangan Potensi Teknik Pengolahan Emping Singkong di Desa Ringinharjo Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5276

Abstract

The potential of a village is natural and human resource that exists and is stored in a village. Ringinharjo village has a wide range of potential both developed and invented, one of which is the cassava chips (emping singkong) prepared by such villages as Sawahan and Bantul Karang hemlet that must surely be found in Ringinharjo village. Cassava chips are processed foods made from cassava. Methodically in the study used literature study methods related to the processing of cassava products. Based on various data and information related to cassava, processed cassava products and cassava processing techniques in Ringinharjo village will be obtained through literature study. Based on the results of these research, it shows that a village has many potential for affecting local communities in its economic, social, and cultural environment. With the development of the village's potential, it provides knowledge to the people of Ringinharjo village regarding processing techniques for cassava chips, business strategies and product innovations for cassava chips such as cassava chips with various flavor variants with coloring using natural ingredients and the packaging form of cassava chips is made to be more attractive so that it can attract the interest of a wider community.   Abstrak— Potensi desa adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terdapat dan tersimpan pada suatu desa. Desa Ringinharjo memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan maupun diciptakan salah satunya adalah emping singkong yang diolah oleh beberapa dusun seperti dusun Sawahan dan dusun Bantul Karang yang tentunya terdapat di desa Ringinharjo. Emping singkong merupakan olahan makanan berbahan dasar singkong. Secara metodelogi dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berhubungan dengan pengolahan produk singkong. Berdasarkan berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan singkong, produk hasil olahan singkong dan teknik pengolahan singkong di desa Ringinharjo akan diperoleh melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa sebuah desa memiliki berbagai potensi yang berdampak pada ekonomi, sosial, dan budaya terhadap masyarakat setempat. Dengan adanya program pengembangan terhadap potensi desa ini memberikan pengetahuan masyarakat desa Ringinharjo terkait teknik pengolahan produk emping singkong, strategi bisnis memasarkan produk emping singkong untuk dipasarkan secara online dan inovasi produk emping singkong seperti emping singkong dengan varian rasa yang beraneka ragam dengan pewarnaan menggunakan bahan alami serta bentuk kemasan dari emping dibuat supaya lebih menarik sehingga dapat menarik minat masyarakat yang lebih luas.
Pembangunan Agrowisata dan Kuliner Mi Ayam dengan Ektrak Alami di Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.5277

Abstract

Desa Trirenggo merupakan salah satu desa yang berada di Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok 50 periode 80 tahun 2021 merancang sebuah program agrowisata dengan memberdayakan masyarakat sekitar dan juga mengembangkan inovasi mi ayam dengan ekstrak bahan alami. Dengan menerapkan model KKN SOCIETY 5.0, maka rencana kegiatan pengabdian masyarakat kelompok 50 dilakukan dengan metode daring (online) dimana penelitian terkait potensi desa ditelurusi dari internet. Upaya yang kelompok 50 lakukan sebagai hasil dari penelitian dan observasi adalah dengan membuat buku saku rancangan agrowisata yang disajikan dalam bentuk e-book atau buku elektronik beserta video penjelasan, dan juga membuat buku saku yang berjudul “Pembuatan Mi Ayam Dengan Ekstrak Pewarna Alami” beserta video mengenai proses pembuatan mi. Kedua pembahasan yang diteliti oleh kelompok bertujuan untuk menjadikan desa Trirenggo sebagai desa wisata, dengan menggunakan potensi dari desa yang tersedia. Kemudian memberikan gambaran terhadap solusi dari potensi yang telah diambil. Harapan dari program ini adalah dengan gambaran dan ilmu yang telah diberikan dapat menjadi inovasi kepada masyarakat desa Trirenggo untuk perkembangan potensi desa, selain itu juga dapat meningkatkan kepedulian dengan memberikan ilmu kepada masyarakat desa Trirenggo dan menambah wawasan bagi peserta KKN periode 80 Unit J Kelompok 50 dalam memperlajari potensi desa yang tersedia serta menengemukakan solusi sebagai respon dari potensi tersebut.  
Pengembangan dan Pemberdayaan Potensi Desa Sabdodadi Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Purnomo, Prasetyo Sidi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i2.5296

Abstract

Abstract— Through the Research and Community Service Institute (LPPM), Atma Jaya University Yogyakarta carries out the Community Service 5.0 program which focuses on community service programs through courageous means without direct contact with local residents, with a bold overall mechanism process, starting from taking, program, to implementation of the work program. The KKN 49 group was located in Sabdodadi Village, Kapanewon Bantul, Bantul Regency, Sepecial Region of Yogyakarta. Sabdodadi village has several potentials, such as cultural potential, tourism potential, and natural resource potential (SDA). Based on the potential of existing natural resources, the KKN 49 group will make village potentials regarding "Processing the Production of Banana Fruits in Sabdodadi Village into Banana Nuggets". Utilization of this potential is expected to improve the village economy through the culinary industry. The group also found data where from 2019 to 2020 there was a decrease in the number of tourist attraction visitors so that their income also decreased. In addition, there was a decline in the production value of the clothing and leather industry. So to boost the economy of the clothing and leather industry, the KKN 49 group made a pocket book on "How to Marketing Leather Crafts Online with Instagram Business and Whatsapp Business". Abstrak— Melalui lembaga penelitian dan Pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengusung program KKN Society 5.0 yang berfokus pada program pengabdian masyarakat melalui sarana daring tanpa adanya kontak seccara langsung dengan warga sekitar, dengan proses mekanisme keseluruhan secara daring, mulai dari pengambila, penentuan program, hingga pelaksanaan pembuatan program kerja. Kelompok KKN 49 mendapatkan lokasi di Desa Sabdodadi, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Sabdodadi memiliki beberapa potensi, seperti potensi budaya, potensi wisata, dan potensi sumber daya alam (SDA). Berdasarkan potensi sumber daya alam yang ada, kelompok KKN 49 akan membuat potensi desa tentang “Pengolahan Hasil Produksi Buah Pisang Desa Sabdodadi menjadi Nugget Pisang”. Pemanfaatan potensi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa melalui industri kuliner. Kelompok juga menemukan data di mana pada tahun 2019 sampai tahun 2020 terjadi penurunan jumlah pengunjung objek wisata sehingga pendapatannya juga menurun. Selain itu, terjadi penurunan nilai produksi industri sandang dan kulit. Sehingga untuk mendongkrak ekonomi industri sandang dan kulit, kelompok KKN 49 membuat buku saku tentang “Cara Pemasaran Kerajinan Kulit Secara Online dengan Instagram Business dan Whatsapp Business”.