Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peziarahan eklesiologi GBKP dalam historisnya dan menempatkan dirinya di tengah Era Disrupsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan, lewat telaah dan analisa teori. Penelitian ini secara jelas mempersaksikan gereja, terutama Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dalam peziarahan yang terus dilaluinya dari masa ke masa untuk untuk dipelajari sebagai acuan untuk tetap sadar dan dimampukan berbenah diri dengan konteks zaman yang dilaluinya lewat pola pelayanan yang inovatif. Hasil penelitian yaitu, selaku peziarah, gereja pun turut mengemban misi yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Gereja harus semakin menghidupi dirinya yang mengetengahkan keramahtamahan dengan gagasan persahabatan pada dunia serta kemajemukan yang menghampirinya sebagai upaya gereja menyikapi perubahan yang ada. Terlebih sumber daya manusia yang ada, perlu diberdayakan secara terbuka, apresiatif, dan lewat jalinan relasi yang misional yang dipercayakan untuk turut memberi dampak bagi dunia dan segala kondisinya, lewat bekal untuk terus-menerus memahami betul akan pergumulan dan perjuangan gereja yang harus dikerjakannya dalam upaya terus bermakna dan relevan.