Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ENGINE DAN UNIT ALAT BERAT MATERI MENDIAGNOSA GANGGUAN SISTEM PENDINGIN ENGINE MELALUI METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING PADA PESERTA DIDIK KELAS XII TEKNIK ALAT BERAT SMK NEGERI 2 TARAKAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Hariyanto, M Paguh
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : FKIP-Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eduborneo.v9i1.3563

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana meningkatkan hasil belajar dalam mendiagnosa gangguan pada sistem pendingin engine melalui metode pembelajaran Brainstorming kelas XII Teknik Alat Berat SMK Negeri 2 Tarakan semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Tempat penelitian di SMK Negeri 2 Tarakan, dilaksanakan pada bulan Januari 2022 hingga April 2022 pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Subyek dalam penelitian adalah peserta didik kelas XII Teknik Alat Berat SMK Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan, demikian pula halnya siklus II. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar serta observasi aktivitas peserta didik dan guru dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menerapkan metode pembelajaran Brainstorming dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII Teknik Alat Berat SMK Negeri 2 Tarakan. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar peserta didik sebelum dilakukan tindakan penelitian yang tuntas hanya 6 orang atau 18,8% sehingga melalui metode pembelajaran Brainstorming pada siklus I dengan nilai rata-rata 73,0 atau dengan ketuntasan 56,3% dan pada siklus II meningkat menjadi rata-rata 81,9 dengan persentase 93,8% dan 80% peserta didik telah mencapai nilai di atas 75,0 sehingga penelitian dihentikan. Â