Arofiati, Fitri
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Peranan Perawat dengan Sikap Perawat pada Pemberian Informed Consent Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Pasien di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2009 Arofiati, Fitri; Rumila, Erna
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of nurse ’s roles is an advocate for patient that is to advocacy patient ’s right, legal patient’s right is informed consent. Informed consent is patient’s agreement after got information by doctor to do a medical action. Nurse ’s attitude of giving informed consent is facilitator at decision making to a medical action. This study aimed to reveal the correlation between nurse ’s role with nurse ’s attitude in giving informed consent as the law protection effort for patient in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. This non-experimental study is a correlation study with cross-sectional approach, used 38 samples with purposive sampling technique. Data analysis used Spearman Rank. The result of this research showed that there were correlation between nurse ’s role and nurse ’s attitude in giving informed consent as the law protection effort for patient, with statistical testp value = 0,000 orp value < 0,05. The conclusion of this research that there are correlation nurse ’s roles with nurse ’s attitude of giving informed consent as the law protection effort for patient in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta.Salah satu peran perawat adalah sebagai pelindung dan advokat bagi pasien yaitu untuk membela hak pasien, hak legal pasien salah satunya adalah informed consent. Informed consent merupakan persetujuan pasien setelah adanya informasi dari dokter untuk dilakukan suatu tindakan medik. Sikap perawat pada pemberian informed consent adalah sebagai fasilitator dalam pengambilan keputusan mengenai suatu tindakan medik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan sikap perawat pada pemberian informed consent sebagai upaya perlindungan hukum bagi pasien di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan rancangan deskriptif korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan peran perawat dengan sikap perawat pada pemberian informed consent sebagai upaya perlindungan hukum bagi pasien yang ditunjukkan dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,000 atau p< 0,05. Peran dan sikap perawat RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan hasil yang sangat baik dalam pemberian informed consent pada pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan peran perawat dengan sikap perawat pada pemberian informed consent sebagai upaya perlindungan hukum bagi pasien di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dari sisi peran perawat sebagai advokat.
Psychosocial Aspects of Childbearing Arofiati, Fitri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1568

Abstract

Salah satu isu nasional dalam bidang kesehatan adalah tindakan pencegahan terhadap masalah yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak. Aspek psikososial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan ibu akan kehamilan dan kelahiran (mempunyai anggota keluarga baru). Kehamilan dan kelahiran merupakan kejadian yang berhubungan dengan pengalaman manusia secara bio-psiko-sosial dan budaya. Respon ibu terhadap kehamilan dan kelahiran berbeda-beda, dipengaruhi oleh umur, kesehatan, status sosial ekonomi dan latar belakang budaya. Individu ibu dan keluarga sangat membutuhkan informasi yang cukup agar dapat mempersiapkan dengan baik proses kehamilan, kelahiran (kehadiran anggota keluarga yang baru).One of the health care national issues is the preventive of the problems related with maternal-child. Psychosocial aspect is one factor that will involve the readiness of mother to her pregnancy and childbirth (the readiness of having new family member).Pregnancy and childbirth or childbearing is the event which is closely related with some experiences of human being: bio-psycho-social and cultural. Every mother would has different response to the event of pregnancy and childbirth, depends on the age, health status, socio-economical level, and cultural background. Mother as an individual and family needs enough information for the readiness of pregnancy and childbirth (the readiness of having new family member).