Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis optimalisasi penjualan dengan pendekatan SWOT pada UMKM Rumah Kue Arafah Kotamobagu Mutiarasari, Aisya; Manoppo, Erna
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v8i4.29305

Abstract

The development of MSME in Indonesia still has various problems, one of which is weak competitiveness. In facing competition, economic actors need the right strategy and are able to take proactive and creative actions to increase competitiveness. So, the strategy to stay ahead of other competitors requires a product excellence strategy in competing, especially with SWOT analysis. This study aims to determine and obtain information about competitive advantage in the SWOT analysis approach in MSME Arafat Cake Shop, Kotamobagu. This study uses a qualitative approach, namely the type of research conducted that focuses on natural research objects in accordance with real circumstances, this can be identified through internal factors and external factors, IFAS and EFAS, and the SWOT matrix. The results of this study indicate that the internal factors or IFAS obtained an overall score of 3.20 while the external factors or EFAS obtained an overall score of 2.89. This can be seen to optimize strengths and opportunities and minimize existing weaknesses and threats. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang keunggulan bersaing pada pendekatan analisis SWOT di UMKM Toko Kue Arafah, Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu jenis penelitian yang di lakukan fokus pada obyek penelitian yang alami sesuai dengan keadaan yang nyata, hal ini dapat di identifikasi melalui faktor internal dan faktor eksternal, IFAS DAN EFAS, serta matriks SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal atau IFAS memperoleh nilai keseluruhan 3,20 sedangkan faktor eksternal atau EFAS memperoleh nilai keseluruhan 2,89. Hal ini dapat di lihat dapat mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta meminimalisir kelemahan dan ancaman yang ada. Sehingga hasil penelitian agar mengoptimalkan penjualan adalah memperluas pangsa pasar, mempertahankan harga jual produk, memaksimalkan produksi kue, memanfaatkan teknologi, melakukan pelatihan terhadap karyawan, Memperbaiki fasilitas yang ada seperti peralatan dan area tempat parkir, mempertahankan cita rasa perubahan selera konsumen diatasi dengan melakukan inovasi barang, menjaga cadangan modal jika biaya bahan baku meningkat sewaktu-waktu, meningkatkan jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar, serta meningkatkan teknik desain produk.
Model Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Lokal Pantai Pinagut Bolaang Mongondow Utara Aisya Mutiarasari; Maikel Sanger; Alya Gallang; Trianingsih Makalalag
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6556

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui model pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal di Pantai Pinagut Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dan analisis data kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil yang ditemukan dilakukan kodefikasi untuk menemukan kategori dan kata kunci yang sesuai dengan indikator pada masing-masing dimensi CBT yang mencakup (dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik) yang berkembang di masyarakat terhadap perkembangan pariwisata berdasarkan paradigma dan fenomena yang terjadi di destinasi pantai pinagut. Hasil penelitiannya yaitu: model konseptual CBT di Pantai Pinagut dapat dipahami melalui pendekatan piramida, di mana food tourism dan kelembagaan menjadi fondasi, diikuti oleh infrastruktur, UMKM, homestay, atraksi budaya, pemandu wisata, dan pelestarian lingkungan sebagai puncaknya. Model ini menekankan bahwa keberhasilan CBT hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lain, dengan tujuan akhir berupa peningkatan pendapatan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Adapun pendapatan masyarakat lokal mengalami lonjakan sebesar pendapatan Rp310.000 dibanding 2021 (sekitar 34,8%). Dalam 2 tahun terakhir, kenaikan pendapatan mencapai Rp550.000 (sekitar 45,8%). Secara keseluruhan, sejak dimulainya CBT (2022–2024), pendapatan naik 96,6% dibanding periode sebelum CBT.