Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem kerjasama yang terjalin antara pemilik kapal dan nelayan ditinjau dari akad musyarakah, serta unsur-unsur yang mempengaruhi sistem kerjasama tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kuburaya. Dalam penyusunan penelitian ini diuraikan kejadian-kejadian di wilayah penelitian (khususnya keadaan lokasi penelitian), yang berhubungan langsung dengan sifat penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, yang berupaya menjelaskan dan memberikan penjelasan komprehensif tentang berbagai aspek seperti keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, dan aktivitas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama antara pemilik perahu dan nelayan di Desa Kubu telah dilakukan secara turun-temurun. Dalam proses kerjasamanya ini, pemilik perahu memberikan modal berupa perahu, mesin, dan peralatan penangkapan ikan, sedangkan nelayan yang mengoperasikannya mempunyai tenaga dan pengetahuan. Meskipun perjanjian musyarakah bertujuan untuk mendorong kolaborasi dalam operasi penangkapan ikan, namun hal tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan praktik nyata di lapangan. Nelayan masih menanggung sebagian biaya operasional untuk mengkompensasi kekurangan biaya tambahan. Jika terjadi konflik yang tidak terselesaikan, seringkali para nelayan melakukan aksi mogok sehingga mengakibatkan hasil produksi pemilik kapal tertahan. Kerja sama tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adanya kesamaan kepentingan, faktor sosial budaya, rasa saling percaya, bantuan dan pengertian, serta rasa tanggung jawab. Aflaha, A. N., Muslimin, S., Munir, A., Hasriani, H. (2021). Syirkah Ainan dalam kerja sama Nelayan Desa Sampulungan. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 3(1), 38"“47. https://doi.org/10.37146/ajie.v3i1.61Al-Qur"™an Kemenag. (2022). Kementerian Agama Republik Indonesia.Anshori, A. G. (2010). Hukum Perjanjian Islam di Indonesia (Konsep, Regulasi dan Implementasi). Gajah Mada University Press.Awaluddin, A. (2020). Qardh dalam Hubungan Kerja Sama Juragan Punggawa-Sawi Pada Nelayan di Kabupaten Takalar. Al-Azhar Journal of Islamic Economics, 2(2), 94"“103. https://doi.org/10.37146/ajie.v2i2.45Aziz, A. (2013). Etika Bisnis Perspektif Islam (1st ed.). Alfabeta.Djuwaini, D. (2008). Pengantar Fiqh Muamalah. Pustaka Pelajar.DSN-MUI. (2000). Fatwa Dewan Syari"™ah Nasional Tentang Pembiayaan Musyarakah. Himpunan Fatwa DSN MUI, 5. http://mui.or.id/wp-content/uploads/files/fatwa/07-Mudharabah.pdfGhazaly, A. R., Ihsan, G., Shidiq, S. (2010). Fiqh Muamalah (1st ed.). Kencana Prenada Media Group.Gulo, S., Andi, I., Pariyati. (2018). Relasi Sosial Nelayan Pemilik Modal dan Nelayan Buruh pada Kehidupan Nelayan di Kelurahan Buluri Kota Palu. Jurnal Kolaboratif Sain, 1(1), 1461"“1470.Hasan, A. (2009). Manajemen Bisnis Syariah. Pustaka Pelajar.Huda, Q. (2011). Fiqh Muamalah. Teras.Ismail, N. (2012). Fikih Muamalah Kelasik dan Kontemporer. Ghalia Indonesia.Mardani. (2019). Fiqh Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah. Kencana.Mubarok, F. bin A. A. Al, Authar, N., A, T., Hassan, Q. (1997). Terjemahan Nailul Authar, Himpunan Hadits-hadits Hukum. PT. Bina Ilmu.Mubarok, J., Hasanudin. (2017). Fikih Muamalah Maliyyah: Akad Syirkah dan Mudharabah. Sembiosa Rekatama Media.Mujieb, M. A., Tholhah, M., AM, S. (1994). Kamus Istilah Fiqih. Pustaka Firdaus.Mushthofa, R. Z., Aminah, S. (2020). Sistem Bagi Hasil Dalam Perspektif Hukum Islam Antara Pemilikkapal Nelayan dan Anakbuah Kapal di Desa Paloh Paciran Lamongan. Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 15(02), 86"“98.Musthofa, A. B. (1993). Tarjamah Shahih Muslim Jilid 3. CV. Asy Syifa.Nadzir, M. (2015). Fiqh Muamalah Klasik (1st ed.). CV. Karya Abadi Jaya.Nasution, M. E. (2006). Pengenalan Eksklusif: Ekonomi Islam (1st ed.). Kencana Prenada Media Group.Ratumakin, A., Fanggidae, S. (2014). Nelayan Dan Petani Membaca Cuaca Musim. PIKUL.Rivai, F., Usman, A. N. (2012). Islamic Economics Finance: Ekonomi dan Keuangan Islam Bukan Alternatif, tetapi Solusi. PT Gramedia Pustaka Utama.Rozalinda. (2016). Fiqh Ekonomi SyariahRajawali (1st ed.). Rajawali.Sabiq, S. (1989). Fiqh Sunnah. Al Ma"Ÿarif.Saripudin, U. (2016). Syirkah dan Aplikasinya dalam Lembaga Keuangan Syariah. Jurnnal Ekonomi Dan Bisnis, 4(1), 63"“79.Setiawan, D. (2013). Kerja Sama (Syirkah) dalam Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi, 21(September), 1"“8.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.Suhaibah, Iqbal, M. (2019). Sistem Bagi Hasil Di Kalangan Nelayan Pukat Tarek Di Tinjau Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Pasi Lhok Kecamatan Kembang Tanjong). Jurnal Real Riset, 1(2), 113.Syafe"™i, R. (2004). Fiqih Muamalat (2nd ed.). Pustaka Setia.Syarifuddin, A. (2010). Garis-Garis Besar Fiqh (3rd ed.). Kencana Prenada Media Group.Tamam, A. B., Susanti, A. W. (2022). Sistem Bagi Hasil Tangkapan Ikan Para Nelayan Prespektif Ekonomi Islam ( Stusi Kasus Di Desa Campurejo Panceng Gresik ). Journal of Sharia Economics, 5(1), 17"“18.Wijaya, A. P., Fitri, A., Holipah, N., Wahyuni, E. S., (2022). Praktik Akad Mudharabah Antara Pemilik Kapal Dan Nelayan Di Pasarpalik Bengkulu Utara. Management Studies, 3(1), 314"“324.