This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teologi
Kasih, Chatarina Maria Gading Luwihing
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INKULTURASI NILAI INJIL DALAM BUDAYA JAWA PADA LAGU BOJANA AGUNG: SUATU KAJIAN MUSIKOLOGIS Kasih, Chatarina Maria Gading Luwihing
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 13, No 01 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v13i01.7824

Abstract

The musicological study of the Bojana Agung song examines the inculturation song as a faith reflection that lives and develops in the context of Javanese culture. Combining textual research methods and literature studies, this paper describes (1) How can the Javanese inculturation style in the Bojana Agung be a contextual reflection of the faith experience in the Eucharist?; and (2) How can the encounter between the Gospel and Javanese culture in the Bojana Agung's inculturation process encourage the faith growth in being more participative and transformative? Using the music score from Kidung Adi number 242 as the primary data, this research shows that Bojana Agung uses a pelog nem pentatonic scale with a binary song form. Part A's unison melody depicts the Last Supper contemplation; meanwhile, part B's two and four voices composition creates a livelier Church's response to this glorious passage. Diversity, togetherness, cooperation, humility, and wisdom are Javanese's noble values that are inculturated in this song. The encounter between the Gospel and the local is the essence of the inculturation process. Through it, the Church is more active, creative, and inclusive in responding to the fullness of Christ's incarnation.AbstrakKajian musikologis lagu Bojana Agung bertujuan untuk meneliti lagu inkulturasi sebagai cerminan iman yang hidup dan berkembang dalam konteks budaya Jawa. Menggabungkan metode penelitian tekstual dan studi pustaka, tulisan ini menguraikan rumusan masalah terkait (1) Bagaimana gaya inkulturasi Jawa dalam lagu Bojana Agung dapat menjadi refleksi kontekstual pengalaman iman dalam Ekaristi?; dan (2) Bagaimana pertemuan nilai Injil dan budaya Jawa dalam proses inkulturasi lagu Bojana Agung dapat mendorong pertumbuhan iman Gereja yang lebih partisipatif dan transformatif? Dengan sumber data utama partitur dari buku Kidung Adi nomor 242, hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Bojana Agung menggunakan tangga nada pentatonik pelog nem dengan format lagu dua bagian. Suara unisono pada bagian A menggambarkan kontemplasi akan peristiwa Perjamuan Malam Terakhir, sedangkan komposisi dua dan empat suara pada bagian B menciptakan suasana yang lebih hidup sebagai tanggapan iman Gereja akan peristiwa agung tersebut. Keberagaman, kebersamaan, gotong royong, kerendahan hati, dan kebijaksanaan merupakan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang terinkulturasi dalam lagu ini. Perjumpaan antara Injil dan budaya lokal menjadi hakikat proses inkulturasi, dan melaluinya Gereja diajak untuk semakin aktif, kreatif, dan inklusif dalam menanggapi kepenuhan warta inkarnasi Kristus.