Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MITIGASI WANPRESTASI NASABAH PEMBIAYAAN MURABAHAH MELALUI MEKANISME TA’ZIR DAN TAWIDH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA UINSA) Bariyah, Siti Izzatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7566

Abstract

AbstractTa’zir and tawidh are applied if a customer fails to pay the financing installments submitted at a sharia banking institution. This journal exists to investigate how the two Islamic legal concepts of ta’zir and tawidh are applied in murabahah financing. This case study was conducted at Bank Syariah Indonesia Surabaya Sub-Branch Office, Sunan Ampel State Islamic University (BSI KCP Surabaya UINSA) with the aim of finding out how Islamic banks handle late payments for murabahah financing customers. Apart from that, if it cannot be handled, legal action will be taken by the bank regarding the problem. Field research was involved by the author because this journal uses qualitative methods. Interviews from BSI KCP Surabaya UINSA employees, observations, and analysis of various related books and journals became data collection techniques from the research conducted by the author. This journal concludes that BSI KCP Surabaya UINSA more often uses the ta’zir concept to handle defaulting customers. In addition, this bank is trying to offer other options to its customers who are experiencing financial problems.AbstrakTa’zir dan tawidh diterapkan apabila terdapat nasabah lalai dalam membayar angsuran pembiayaan yang diajukan di lembaga perbankan syariah. Jurnal ini hadir guna menyelidiki bagaimana dua konsep hukum Islam ta’zir dan tawidh diterapkan dalam pembiayaan murabahah. Studi kasus ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Surabaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (BSI KCP Surabaya UINSA) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bank Islam menangani keterlambatan pembayaran nasabah pembiayaan murabahah. Selain itu apabila tidak bisa ditangani terdapat tindakan hukum yang diambil oleh pihak bank terkait permasalahan tersebut. Penelitian lapangan dilibatkan oleh penulis karena jurnal ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara dari pegawai BSI KCP Surabaya UINSA, pengamatan, serta analisis berbagai buku maupun jurnal yang berkaitan menjadi teknik pengumpulan data dari penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI KCP Surabaya UINSA lebih sering menggunakan konsep ta’zir untuk menangani nasabah wanprestasi. Selain itu, bank ini berusaha untuk menawarkan opsi lain kepada nasabahnya yang mengalami masalah keuangan.
MITIGASI WANPRESTASI NASABAH PEMBIAYAAN MURABAHAH MELALUI MEKANISME TA’ZIR DAN TAWIDH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA UINSA) Bariyah, Siti Izzatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7566

Abstract

AbstractTa’zir and tawidh are applied if a customer fails to pay the financing installments submitted at a sharia banking institution. This journal exists to investigate how the two Islamic legal concepts of ta’zir and tawidh are applied in murabahah financing. This case study was conducted at Bank Syariah Indonesia Surabaya Sub-Branch Office, Sunan Ampel State Islamic University (BSI KCP Surabaya UINSA) with the aim of finding out how Islamic banks handle late payments for murabahah financing customers. Apart from that, if it cannot be handled, legal action will be taken by the bank regarding the problem. Field research was involved by the author because this journal uses qualitative methods. Interviews from BSI KCP Surabaya UINSA employees, observations, and analysis of various related books and journals became data collection techniques from the research conducted by the author. This journal concludes that BSI KCP Surabaya UINSA more often uses the ta’zir concept to handle defaulting customers. In addition, this bank is trying to offer other options to its customers who are experiencing financial problems.AbstrakTa’zir dan tawidh diterapkan apabila terdapat nasabah lalai dalam membayar angsuran pembiayaan yang diajukan di lembaga perbankan syariah. Jurnal ini hadir guna menyelidiki bagaimana dua konsep hukum Islam ta’zir dan tawidh diterapkan dalam pembiayaan murabahah. Studi kasus ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Surabaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (BSI KCP Surabaya UINSA) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bank Islam menangani keterlambatan pembayaran nasabah pembiayaan murabahah. Selain itu apabila tidak bisa ditangani terdapat tindakan hukum yang diambil oleh pihak bank terkait permasalahan tersebut. Penelitian lapangan dilibatkan oleh penulis karena jurnal ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara dari pegawai BSI KCP Surabaya UINSA, pengamatan, serta analisis berbagai buku maupun jurnal yang berkaitan menjadi teknik pengumpulan data dari penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI KCP Surabaya UINSA lebih sering menggunakan konsep ta’zir untuk menangani nasabah wanprestasi. Selain itu, bank ini berusaha untuk menawarkan opsi lain kepada nasabahnya yang mengalami masalah keuangan.
MITIGASI WANPRESTASI NASABAH PEMBIAYAAN MURABAHAH MELALUI MEKANISME TA’ZIR DAN TAWIDH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA UINSA) Bariyah, Siti Izzatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7566

Abstract

AbstractTa’zir and tawidh are applied if a customer fails to pay the financing installments submitted at a sharia banking institution. This journal exists to investigate how the two Islamic legal concepts of ta’zir and tawidh are applied in murabahah financing. This case study was conducted at Bank Syariah Indonesia Surabaya Sub-Branch Office, Sunan Ampel State Islamic University (BSI KCP Surabaya UINSA) with the aim of finding out how Islamic banks handle late payments for murabahah financing customers. Apart from that, if it cannot be handled, legal action will be taken by the bank regarding the problem. Field research was involved by the author because this journal uses qualitative methods. Interviews from BSI KCP Surabaya UINSA employees, observations, and analysis of various related books and journals became data collection techniques from the research conducted by the author. This journal concludes that BSI KCP Surabaya UINSA more often uses the ta’zir concept to handle defaulting customers. In addition, this bank is trying to offer other options to its customers who are experiencing financial problems.AbstrakTa’zir dan tawidh diterapkan apabila terdapat nasabah lalai dalam membayar angsuran pembiayaan yang diajukan di lembaga perbankan syariah. Jurnal ini hadir guna menyelidiki bagaimana dua konsep hukum Islam ta’zir dan tawidh diterapkan dalam pembiayaan murabahah. Studi kasus ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Surabaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (BSI KCP Surabaya UINSA) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bank Islam menangani keterlambatan pembayaran nasabah pembiayaan murabahah. Selain itu apabila tidak bisa ditangani terdapat tindakan hukum yang diambil oleh pihak bank terkait permasalahan tersebut. Penelitian lapangan dilibatkan oleh penulis karena jurnal ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara dari pegawai BSI KCP Surabaya UINSA, pengamatan, serta analisis berbagai buku maupun jurnal yang berkaitan menjadi teknik pengumpulan data dari penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI KCP Surabaya UINSA lebih sering menggunakan konsep ta’zir untuk menangani nasabah wanprestasi. Selain itu, bank ini berusaha untuk menawarkan opsi lain kepada nasabahnya yang mengalami masalah keuangan.
MITIGASI WANPRESTASI NASABAH PEMBIAYAAN MURABAHAH MELALUI MEKANISME TA’ZIR DAN TAWIDH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA UINSA) Bariyah, Siti Izzatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7566

Abstract

AbstractTa’zir and tawidh are applied if a customer fails to pay the financing installments submitted at a sharia banking institution. This journal exists to investigate how the two Islamic legal concepts of ta’zir and tawidh are applied in murabahah financing. This case study was conducted at Bank Syariah Indonesia Surabaya Sub-Branch Office, Sunan Ampel State Islamic University (BSI KCP Surabaya UINSA) with the aim of finding out how Islamic banks handle late payments for murabahah financing customers. Apart from that, if it cannot be handled, legal action will be taken by the bank regarding the problem. Field research was involved by the author because this journal uses qualitative methods. Interviews from BSI KCP Surabaya UINSA employees, observations, and analysis of various related books and journals became data collection techniques from the research conducted by the author. This journal concludes that BSI KCP Surabaya UINSA more often uses the ta’zir concept to handle defaulting customers. In addition, this bank is trying to offer other options to its customers who are experiencing financial problems.AbstrakTa’zir dan tawidh diterapkan apabila terdapat nasabah lalai dalam membayar angsuran pembiayaan yang diajukan di lembaga perbankan syariah. Jurnal ini hadir guna menyelidiki bagaimana dua konsep hukum Islam ta’zir dan tawidh diterapkan dalam pembiayaan murabahah. Studi kasus ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Surabaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (BSI KCP Surabaya UINSA) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bank Islam menangani keterlambatan pembayaran nasabah pembiayaan murabahah. Selain itu apabila tidak bisa ditangani terdapat tindakan hukum yang diambil oleh pihak bank terkait permasalahan tersebut. Penelitian lapangan dilibatkan oleh penulis karena jurnal ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara dari pegawai BSI KCP Surabaya UINSA, pengamatan, serta analisis berbagai buku maupun jurnal yang berkaitan menjadi teknik pengumpulan data dari penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI KCP Surabaya UINSA lebih sering menggunakan konsep ta’zir untuk menangani nasabah wanprestasi. Selain itu, bank ini berusaha untuk menawarkan opsi lain kepada nasabahnya yang mengalami masalah keuangan.