Melalui dukungan pemerintah, masyarakat begitu antusias untuk membangun dan menggaungkan kota Surakarta sebagai kota gastronomi. Berangkat dari referensi yang terkandung dalam serat Centhini, yang telah melalui pengkajian dan riset mendalam, akhirnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X selaku raja Pura Mangkunegaran, memutuskan untuk membuka Pracima Tuin sebagai restoran yang menawarkan menu sajian khas Mangkunegaran. Berada di kawasan keraton Mangkunegaran, tempat ini menjadi semakin menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kuliner khas Jawa, sekaligus melihat atraksi budaya, dan keindahan Pracima Tuin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kulalitatif, dengan memanfaatkan teori motivasi dari Crompton dan McKay, yaitu tentang bagaimana suatu tempat/event kuliner dapat menawarkan kebaharuan dan nuansa berbeda. Hal ini diyakini dapat menambah rasa antusias, sekaligus penasaran para wisatawan untuk menikmati sajian kuliner dan atraksi pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat motivasi wisatawa yang berkunjung ke Pracima Tuin. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya ragam motivasi yang melatarbelakangi para wisatawan yang berkunjung ke Pracima Tuin, diantaranya terkait kualitas makanan, makanan yang baru dan berbeda, sejarah kuliner/storytelling, atraksi budaya, fasilitas pendukung, hobi/suka, rasa penasaran, memuaskan hasrat, ruang bernostalgia, dan berkumpul bersama keluarga/kolega/rekan kerja. Kata kunci: Pura Mangkunegaran; Pracima Tuin; Gastronomi; Motivasi; Surakarta