Larat, Innocentius
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GEREJA KATOLIK DALAM MEMPERJUANGKAN KEMANUSIAAN DI MALUKU (Suatu Studi atas Konflik Kemanusiaan Maluku, tahun 1999-2003/3004) Larat, Innocentius
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 8, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v8i1.110

Abstract

AbstrakKemanusiaan merupakan sifat, karakter atau nilai tertinggi yang harus dihargai dan diperjuangkan sepanjang hidup. Menyangkut dengan kemanusiaan berarti menyangkut dengan hidup, hak dan kewajiban seorang manusia yang secara alami sudah ada padanya semenjak dilahirkan ke dalam dunia. Timbulnya berbagai konflik dalam dunia tidak terlepas dari kerugian yang menimpa bahkan merengut nilai kemanusiaan bahkan manusia itu sendiri. Di Indonesia khususnya di Maluku, dalam sejarahnya telah melalui banyak bentuk konflik, dan yang paling terkenal pada konflik dehumanisasi pada tahun 1999 hingga 2003/2004. Akar masalah yang kecil menjadi besar hingga membawa label agama yang merugikan sebagian besar masyarakat Maluku, oleh oknum-oknum yang tidak menghormati kemanusiaan. Konflik ini memberikan dampak negatif yang signifikan entah dari segi keamanan, ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya. Melalui konflik yang berkepanjangan ini, Gereja Katolik yang juga menjadi bagian dari masyarakat Maluku berani tampil kedepan untuk menyuarakan kemanusiaan yang telah dihancurkan. Gereja Katolik dibawah pimpinan sang Gembala Keuskupan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, berupaya keras untuk memperjuangkan dan mengangkat kembali nilai kemanusiaan yang telah direngut terutama dari kaum minoritas dengan cara mendukung upaya perdamaian dan toleransi, dialog perdamaian, meningkatkan mutu pendidikan yang telah merosot, membantu meningkatkan ekonomi, dan membantu memperjuangkan stabilitas keamanan, sosial, politik dan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat Maluku. Penulis menggunakan metode kualitatif yang mana mengumpulkan data berdasarkan studi kepustakaan atas masalah kemanusiaan di Maluku.Kata kunci: Kemanusiaan, Gereja Katolik, Toleransi, Konflik Maluku.