Rumpaidus, Rut
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FI: Kajian Teologi Kontekstual tentang Sagu sebagai Media Perdamaian Masyarakat Sentani Di GKI Yahim Klasis Sentani: FI: A Contextual Theological Study of Sago as a Medium of Peace for the Sentani Community in GKI Yahim Klasis Sentani Rumpaidus, Rut
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 4 No 2 (2023): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v4i2.111

Abstract

Masyarakat sentani mengakui bahwa fi adalah pemberian dari leluhur yang diakui sebagai manifestasi dari yang sacral (suci) karena memiliki religius magic artinya memiliki kekuatan gaib, yang dirasakan lewat kegiatan makan papeda dengan satu helay dan satu hote bersama karena memberi mereka rasa damai dan sukacita sebab, tujuan dari makan bersama adalah upaya untuk menjaga hubungan kepada para leluhur. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang lebih cenderung menggunakan analisis. Dengan, ditonjolkan dalam landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan yang menekankan lebih kepada kehidupan masyarakat sosial berdasarkan kondisi realitas yang holistic, kompleks, dan rinci. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana kosmologi Masyarakat Sentani tentang fi di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Apa nilai dan makna fi bagi Masyarakat Sentani di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Apa fi dapat menjadi sarana perdamaian dalam Masyarakat Sentani di Jemaat GKI Yahim Klasis Sentani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makan papeda (fi) dan ikan (ka) dengan satu helay dan satu hote bersama adalah ritual yang dilakukan agar masyarakat sentani kembali pada kosmologi mereka. Hal ini, dapat terjadi karena papeda (fi) sebagai makanan utama yang dihidangkan oleh orang sentani saat makan. Suatu kearifan local yang digunakan sebagai metode dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar keluarga, kereth, suku, adat sosial dan jemaat terkait. Karena fi yang diakui sacral mampu menghancurkan sikap egoisme, dan keangkuhan masyarakat sentani.