Perayaan 507 tahun Reformasi (1517-2024) merupakan momen penting bagi gereja dan umat Allah untuk merenungkan, menghidupi, dan memperbaharui diri dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther pada tahun 1517 membawa perubahan signifikan dalam sejarah gereja dan terus relevan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana peringatan Reformasi dapat menjadi kairos, atau momen yang tepat, untuk mendorong pembaruan spiritual dan institusional di kalangan gereja dan umat Allah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi studi teologis. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dari berbagai sumber buku dan sejarah gereja yang memperingati Reformasi ke-507. Artikel ini berfokus pada aspek-aspek pembaruan yang terjadi dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan jemaat dan pemimpin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peringatan Reformasi ke-507 membawa dampak positif dalam kehidupan gereja dan umat Allah. Banyak jemaat yang mengalami pembaruan dalam cara berpikir mereka mengenai teologi, misi, dan pelayanan. Dalam perkataan, terlihat peningkatan dalam penyampaian khotbah dan pengajaran yang lebih relevan dan kontekstual. Perbuatan nyata dalam bentuk pelayanan sosial dan misi juga meningkat, menunjukkan komitmen gereja untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perayaan 507 tahun Reformasi benar-benar merupakan kairos bagi gereja dan umat Allah untuk memperbaharui diri. Pembaruan ini bukan hanya sekedar peringatan historis, tetapi juga momen untuk menghidupi nilai-nilai Reformasi dalam setiap aspek kehidupan gerejawi dan bermasyarakat.