Perdi Juanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Kekuasaan Mutlak Atas Individu (Analisis Semiotika pada Film Beau is Afraid) Perdi Juanda; Muhammad Wildan Ramadhani; Shalfian Agung Prasetyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3847

Abstract

Dalam konteks pemerintahan absolut, kekuasaan yang dimiliki oleh seorang penguasa dipandang sebagai otoritas tanpa batas, yang tidak tunduk pada pengawasan atau penilaian eksternal. Membahas mengenai kekusaan berfokus pada kontrol dan dominasi ibu Beau, Mona, yang mengendalikan segala sesuatu di sekitar kehidupan Beau pada film Beau is Afraid. Dalam tahap analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis semiotika dari Roland Barthes. Analisis ini berfokus pada menginvestigasi tanda-tanda, seperti kata, gambar, suara, gerakan, dan objek yang terdapat dalam film Beau is Afraid. Analisis dilakukan dengan menguraikan makna-makna konotasi, denotasi yang terkandung dalam adegan-adegan film tersebut.. Selanjutnya, representasi yang dihasilkan melalui objek atau gambar dapat menghasilkan makna atau yang kita pahami atau menghubungkannya dengan suatu makna. Pada analisis ini dibagi berdasar phase dan simbolisme yang merepresentasikan hubungan Mona dan Beau.
Cerminan Diri Penari Laki-Laki Dalam Seni Tari Tradisional Melayu Perdi Juanda; Risdayati Risdayati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penari laki-laki dalam seni tari tradisional Melayu kerap menghadapi stigma dan penilaian sosial, sebagaimana dialami oleh penari di Sanggar Titah Negeri Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlakuan masyarakat terhadap penari laki-laki serta respons mereka dalam membentuk konsep diri dengan menggunakan teori Looking glass self. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga penari laki-laki dan satu pelatih yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan validasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan negatif berupa ejekan dan pandangan merendahkan, serta perlakuan positif berupa dukungan dan penerimaan, terutama dari lingkungan sanggar dan orang terdekat. Respons penari menunjukkan proses adaptasi yang dinamis, dari dampak emosional awal hingga penguatan konsep diri melalui dukungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan konsep diri penari laki-laki berlangsung melalui tahapan Looking glass self dan dipengaruhi oleh interaksi sosial di sekitarnya