Widyaningsih, Triatmi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LOUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN KOAGULAN TAWAS MENJADI AIR BERSIH DENGAN BIAYA RENDAH Widyaningsih, Triatmi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v3i3.495

Abstract

This research aims to help find a way out for laundry entrepreneurs in treating wastewater before it is discharged/discharged into water bodies with the right and economical system and to find answers about the possibility of building a Wastewater Treatment Plant (WWTP). One of the efforts that can be done is to treat laundry wastewater before it enters the receiving water body. Treatment methods include: settling, coagulation, flocculation, filtration and neutralization. The dependent variables analyzed were phosphate and TSS, while the independent variables were variations in the concentration of 5% alum coagulant solution. The research was conducted with a preliminary test to determine the characteristics of laundry waste and to determine the dose of coagulation that will be used to reduce pollutant parameters using a jartest tool. The results of the analysis of detergent laundry waste concentration at the beginning showed 2.328 mg/L. The use of various doses of 5% alum coagulant solution of 0 mL (as a control) to 14 mL which was carried out in this study could reduce the pollutant parameters of phosphate (PO4) and TSS. The best reduction of phosphate is the use of a dose of 10 mL of 5% alum, that is, from an initial concentration of 2.328 mg/L it can decrease to 0.945 mg/L or a reduction efficiency of 59.41% under neutral pH conditions (pH 7) while TSS can decrease from 600 mg /L to 346 mg/L or a reduction efficiency of 42.33%. The results of reducing the concentration of pollutant laundry waste in this study can meet the quality standards set by the Regional Regulation of Central Java Province No.10 of 2014 related to laundry wastewater treatment.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membantu mencarikan jalan keluar bagi pengusaha laundry dalam mengolah air limbah sebelum dibuang/dialirkan ke badan air dengan sistem yang benar dan ekonomis dan mencari jawaban tentang kemungkinan dibangunnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolah terlebih dahulu air buangan laundry sebelum masuk badan air penerima. Metode pengolahan meliputi: pengendapan, koagulasi, flokulasi, filtrasi dan netralisasi. Variable terikat yang dianalisis yaitu phospat dan TSS, adapun sebagai variable bebasnya adalah variasi konsentrasi larutan bahan koagulan tawas 5%. Penelitian dilakukan dengan uji pendahuluan untuk mengetahui karakteristik limbah laundry dan penentuan dosis koagulasi yang akan digunakan untuk menurunkan parameter pencemar dengan alat jartest. Hasil analisis konsentrasi limbah laundry diterjen pada awal menunjukkan sebesar 2,328 mg/L. Pemakaian dengan berbagai variasi dosis larutan bahan koagulan tawas 5% sebanyak 0 mL (sebagai control) hingga 14 mL yang dilakukan dalam penelitian ini dapat menurunkan parameter pencemar phospat (PO4) dan TSS. Penurunan phospat terbaik adalah pada pemakaian dosis 10 mL tawas 5% yaitu dari konsentrasi awal 2,328 mg/L dapat turun menjadi 0,945 mg/L atau efisiensi penurunan sebesar 59,41 % dengan kondisi pH netral (pH 7) adapun TSS dapat turun dari 600 mg/L menjadi 346 mg/L atau efisiensi penurunan sebesar 42,33 %. Hasil penurunan konsentrasi pencemar limbah laundry pada penelitian ini dapat memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No.10 Tahun 2014 terkait dengan pengolahan air limbah laundry.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KADAR POLUTAN AIR SUMUR GALI DENGAN SISTEM AIR MENGALIR Widyaningsih, Triatmi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v2i6.391

Abstract

Charcoal from kepok banana peel can be useful as an adsorbent material because it is proven to have the ability to adsorb metal pollutants, especially the total Fe is quite high. The purpose of this study was to determine the adsorption ability of charcoal from kepok banana peel as an adsorption medium, both through the process with activator and without activator. The relationship of contact time with the total metal concentration of Fe and the difference between the use of HCl activator solution and without activator. This research method is applied which can easily be applied in the community with easily available materials and environmentally friendly and very economical or pollutant adsorption in this case, especially in total Fe metal. The data analysis used in this study used regression correlation analysis and the activator used was 1N HCl solution. The results obtained in this adsorption process can be seen that the reduction efficiency in the contact time of 20 minutes can reduce the total Fe content by 98.64% (without activator) and which went through the activator process decreased up to 95.23%, however, the reduction efficiency through this activator still tends to remain stable compared to that without the activator reaching its saturation point very quickly even at a neutral pH atmosphere, namely pH 6.5 - 7.5. So it can be concluded that kepok banana peel charcoal without using an activator can also be used as an adsorbent and is easy to apply in the community.ABSTRAKArang dari kulit pisang kapok dapat bermanfaat sebagai bahan adsorben karena terbukti mempunyai kemampuan menyerap polutan logam kususnya Fe total cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan penyerapan arang dari bahan kulit pisang kepok sebagai media adsorpsi, baik yang melalui proses tanpa aktivator dan dengan aktivator. Hubungan waktu kontak serta perubahan pH dengan konsentrasi logam Fe total dan perbedaan antara pemakaian larutan aktivator HCl dan tanpa aktivator. Metode penelitian ini adalah terapan yang dengan mudah dapat diaplikasikan di masyarakat dengan bahan yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan serta sangatlah ekonomis. Dalam pemanfaatan limbah kulit pisang ini sebagai bahan isian kolom filter yang berfungsi sebagai bahan adsorpsi atau penyerapan polutan, dalam hal ini kususnya pada logam Fe total. Adapun analisis data yang digunakan pada penelitian ini memakai analisis korelasi regresi dan aktivator yang digunakan adalah larutan HCl 1N. Hasil yang diperoleh dalam proses adsorpsi ini dapat diketahui bahwa efisiensi penurunan dalam waktu kontak 20 menit mampu menurunkan kadar Fe total sebesar 98,64 % (tanpa activator) dan yang melalui proses aktivator mengalami penurunan hingga 95,23 %, akan tetapi efisiensi penurunan melalui aktivator ini masih cenderung tetap stabil dibandingkan dengan yang tanpa aktivator cepat sekali mencapai titik jenuhnya meskipun pada suasana pH netral yaitu pH 6,5 - 7,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arang kulit pisang kepok tanpa memakai aktivatorpun juga dapat digunakan sebagai adsorben dan mudah diaplikasikan di masyarakat.