Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of Parlimentary Treshold to the Sustainability of Political Parties from a Human Rights Perspective Yani, Ahmad Yani
Jurnal Legisci Vol 1 No 3 (2023): Vol 1 No 3 Desember 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/legisci.v1i3.145

Abstract

Law has close relevance to justice. Elections in Indonesia's democratic state are a process of peaceful transfer of power carried out periodically and per the principles outlined by the constitution. There are times when people want supervision of the government. However, there are also times when people get tired of their representatives who continue to behave because of seemingly unlimited power. One of the issues hotly discussed when approaching the 2019 election yesterday was raising the Parliamentary Threshold. Based on this description, a formula can be drawn: How does the Parliamentary threshold affect the existence and development of political parties? The research method used is Normative Legal Research. Parliamentary threshold is recognized as one of many ways to simplify political parties. However, PT must also be recognized as one of the most effective ways because it does not threaten the existence of any particular political party.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM SEKTOR NON FORMAL PADA PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN MELALUI PROGRAM KETERAMPILAN MENJAHIT DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Yani, Ahmad Yani
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 3 No. 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v3i2.740

Abstract

Pemberdayaan perempuan sangat penting karena merekalah yang umumnya belum mendapatkan kesempatan. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek dalam berbagai aspek pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun mengevaluasi dan menikmati berbagai hasil pembangunan secara merata. Pada sektor non formal pemberdayaan perempuan memainkan perananan yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat yang mencerminkan perempuan yang mampu meningkatkan perannya dalam lingkungan masyarakat melalui keterampilan menjahit. Paradigma pemberdayaan perempuan menuntut pendekatan yang tidak memposisikan perempuan sebagai obyek dari berbagai aksi pembangunan, tetapi harus menempatkan perempuan sebagai subyek kegiatan. Perempuan akan berdaya pada saat mereka bertindak pada hal-hal yang sifatnya strategis dan bukan hanya ditujukan pada pemenuhan material, tetapi juga kelmpok-kelompok sehingga dapat meningkatkan kehidupan mereka.Kata Kunci: Pemberdayaan perempuan, Non formal