Rakhmawati, Syarifah Nurul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsumsi Junkfood sebagai Faktor Risiko Dismenorea: Tinjauan Pustaka Rakhmawati, Syarifah Nurul; Fatmaningrum, Widati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i3.2092

Abstract

Kejadian dismenorea dianggap sebagai hal yang biasa terjadi pada hampir semua wanita di awal-awal menstruasi. Padahal dismenorea dapat dicegah dengan mengenali faktor resiko secara dini dan memperbaiki pola hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Junkfood  sebagai faktor resiko pada dismenorea primer. Metode: Penelusuran artikel penelitian di beberapa database Pubmed, Proquest, dan Google Scholar menggunakan kata kunci Junkfood , Lifestyle pattern, Dysmenorrhea, dan Premenstrual syndrome. Penelitian ini menggunakan sumber jurnal studi observasional berbahasa inggris dari periode tahun 2018-2023. Hasil: Dari 1.672 artikel publikasi yang di identifikasi, sebanyak 1664 artikel dikeluarkan. Delapam artikel yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian dimasukan untuk sintesis data akhir. Hasil studi menunjukan bahwa hanya satu artikel menyatakan tidak ada hubungan antara junkfood dengan timbulnya dismenorea. Artikel lainnya menyatakan meski junkfood tidak berpengaruh, faktor minuman kurang sehat seperti minuman manis, minuman soda, minuman energi, minuman teh atau kopi dapat memperparah dismenorea. Selain itu penelitian lain menyatakan bahwa konsumsi makan sayur maupun buah yang cukup ternyata dapat meringankan derajat nyeri dismenore. Kesimpulan: Junkfood merupakan salah satu faktor resiko terjadinya dismenorea. kondisi defisit nutrisi dan peningkatan jumlah sel rusak akibat konsumsi junkfood berlebihan akan mempengaruhi jumlah produksi prostaglandin yang dihasilkan untuk merangsang kontraksi uterus. Konsumsi makanan bergizi dan seimbang dapat berperan dalam melindungi kesehatan reproduksi dan menurunkan intensitas nyeri dismenorea.