Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi Fungsi Rumah Bagi Orang Kristen Dan Gereja Lengkong, Samuel; Wulus, Mega Sinta
JURNAL LUXNOS Vol. 9 No. 2 (2023): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2023
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v9i2.228

Abstract

Abstract: When dealing with the Covid-19 pandemic, churches are faced with new challenges. In the midst of these conditions, there were pro and contra responses among God's servants or congregations regarding worshiping at home, where some groups understood that Carrying out worship at home is an indication of a lack of faith, for fear of the Covid-19 pandemic. Meanwhile, the other group understands it as wisdom in the midst of the existing conditions and follows the government's direction as part of obedience to God's Word towards the government. Qualitative research methods were used in this research, with a literature study approach, researchers analyzed a number of data in the form of concepts or theories, literature and journals were analyzed by exegesis according to the research topic. This research aims to find and reveal the understanding of the Christian family home as a church. The results of this study are that the Christian family home as a church is very relevant to be applied in the midst of the covid-19 pandemic and in all ages with various challenges which are in principle the same as the covid-19 pandemic situation, even without the challenges of the times, every Christian family should carry out activities and church activities in their respective homes, because the home of a Christian family is an ark of salvation. Abstrak: Pada saat menghadapi situasi pandemik Covid-19, gereja-gereja mendapat tantangan baru. Di tengah kondisi tersebut muncul tanggapan pro dan kontra di kalangan para hamba Tuhan ataupun jemaat mengenai beribadah di rumah. Sebagian kelompok memahami bahwa melaksanakan ibadah dirumah adalah indikasi kurangnya iman, karena takut dengan pandemic Covid-19. Sedangkan kelompok lainnya memahami sebagai hikmat di tengah kondisi yang ada dan mengikuti arahan pemerintah sebagai bagian ketaatan pada Firman Tuhan terhadap pemerintah. Dalam penelitian ini perlu melihat bagaimana korelasi fungsi dari rumah bagi orang Kristen. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pendekatan studi literatur peneliti menganalisis sejumlah data dalam bentuk konsep atau teori, literatur dan jurnal dilakukan analisis dengan mengeksegesis sesuai topik penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menemukan dan mengungkapkan pemahaman rumah keluarga Kristen sebagai gereja. Hasil penelitian ini adalah bahwa rumah keluarga Kristen sebagai gereja menjadi sangatlah relevan diterapkan di tengah pandemic covid-19 dan dalam segala zaman dengan berbagai tantangan yang pada prinsipnya sama dengan situasi pandemik covid-19, bahkan tanpa ada tantangan zaman pun sudah seharusnya setiap keluarga Kristen melaksanakan kegiatan dan aktivitas gereja di dalam rumah masing-masing, karena rumah keluarga Kristen merupakan bahtera keselamatan.
TUHAN Menyesal Menjadikan Manusia: Korelasi Kejadian 6:6-7 dan Kejadian 2:17 Lengkong, Samuel; Wulus, Mega Sinta
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 7, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v7i2.162

Abstract

The phrase "God regrets" is a theme in the Bible that is often discussed by academics and lay people. This is a topic that needs serious attention from Christian theologians. Various interpretations have been put forward regarding the expression "Allah regrets." Did God fail in creating humans and is God unable to control humans? This article aims to reveal the true meaning of the phrase "God regretted making humans on earth" in Genesis 6:6 and to find the connection between the phrase "God regretted making humans on earth" and Genesis 2:17. This research will become a theological treasure that strengthens and discovers new things regarding the expression "God regretted making humans on earth" in Genesis 6:6 which is linked to Genesis 2:17. The qualitative research method used by researchers is library research. The result of this research is that the expression "it is a shame that God made humans on earth" must be seen from the human nature perspective of Yahweh and the perspective of grace.Ungkapan “Allah menyesal” merupakan salah satu tema dalam Alkitab yang sering menjadi percakapan bagi kalangan akademisi maupun awam. Hal ini merupakan topik yang perlu mendapat perhatian serius dari para teolog Kristen. Beragam interpretasi yang dikemukakan mengenai ungkapan “Allah menyesal.” Apakah Tuhan gagal dalam menciptakan manusia dan apakah Tuhan tidak mampu mengendalikan manusia? Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan makna sebenarnya mengenai ungkapan “Allah menyesal menjadikan manusia di bumi” di dalam Kejadian 6:6 dan untuk menemukan kaitan antara frasa “Allah menyesal menjadikan manusia di bumi” dengan Kejadian 2:17. Penelitian ini akan menjadi khasanah teologi yang lebih menguatkan dan menemukan hal yang baru mengenai ungkapan “Allah menyesal menjadikan manusia di bumi” di Kejadian 6:6 yang dikaitkan dengan Kejadian 2:17. Metode penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa ungkapan “menyesallah TUHAN menjadikan manusia di bumi” harus dilihat dari perspektif sifat kemanusiaan Yahweh dan perspektif kasih karunia.