Wiradiredja, Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Es Lilin Mursih dan Fenomena Anonim Lagu Sunda Wiradiredja, Yusuf
Paraguna Vol 9, No 1 (2022): TAFSIR-TAFSIR KARAWITAN
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/paraguna.v9i1.2138

Abstract

Adjip Rosidi dalam bukunya yang berjudul Tembang Jeung Kawih (2013), memaparkan 61 buah judul yang dikategorikan sebagai tembang, dari 61 judul tersebut 35 di antaranya dicatat sebagai NN (anonim). Apa yang melatarbelakangi banyaknya NN dalam tradisi musik di Sunda? Padahal, sebagaimana dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Herdini (2014), bahwa setiap karya yang merepresentasikan zaman, kreator merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam merepresentasikan pembabakan kreatifitas musikal.[1] Dari pembabakan zaman tersebut, maka muncullah nama-nama seperti; Mang Koko di era pertengahan abad ke 20, hingga Ismet Ruchimat bersama Samba Sunda di era mutakhir.Fakta yang ditunjukkan Rosidi (2014) terkait banyaknya karya musik Sunda yang tanpa pencipta, bisa ditemukan tidak hanya untuk lagu-lagu yang dikenal dikalangan tertentu secara terbatas saja, melainkan juga untuk lagu-lagu yang sudah populer di pentas nasional hingga internasional. Sebut saja lagu es lilin, di mana lagu tersebut selain sudah dikenal luas di lingkungan masyarakat Sunda dan Jawa Barat, secara nasional juga telah dikenal sebagai identitias musik Sunda, dan tak jarang sudah banyak dipentaskan dalam mewakili Indonesia di pentas dunia.Namun demikian, kenyataan popularitas lagu-nya berbanding terbalik dengan sosok penciptanya yang hingga kini tidak diketahui secara umum.Mengetahui siapa pencipta lagu di antara fenomena NN, tidak hanya penting dalam menemukan empu-nya lagu, tetapi dalam konteks masa kini juga penting untuk mengisi semangat riset akademik yang masih dianggap belum tersentuh. Dalam batas peristiwa NN dan sosok pencipta lagu es lilin itulah tulisan ini memfokuskan diri.
Es Lilin Mursih dan Fenomena Anonim Lagu Sunda Wiradiredja, Yusuf
Paraguna Vol 9 No 1 (2022): TAFSIR-TAFSIR KARAWITAN
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/paraguna.v9i1.2138

Abstract

Adjip Rosidi dalam bukunya yang berjudul “Tembang Jeung Kawih” (2013), memaparkan 61 buah judul yang dikategorikan sebagai “tembang”, dari 61 judul tersebut 35 di antaranya dicatat sebagai NN (anonim). Apa yang melatarbelakangi banyaknya “NN” dalam tradisi musik di Sunda? Padahal, sebagaimana dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Herdini (2014), bahwa setiap karya yang merepresentasikan zaman, kreator merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dalam merepresentasikan pembabakan kreatifitas musikal.[1] Dari pembabakan zaman tersebut, maka muncullah nama-nama seperti; Mang Koko di era pertengahan abad ke 20, hingga Ismet Ruchimat bersama Samba Sunda di era mutakhir.Fakta yang ditunjukkan Rosidi (2014) terkait banyaknya karya musik Sunda yang “tanpa pencipta”, bisa ditemukan tidak hanya untuk lagu-lagu yang dikenal dikalangan tertentu secara terbatas saja, melainkan juga untuk lagu-lagu yang sudah populer di pentas nasional hingga internasional. Sebut saja lagu “es lilin”, di mana lagu tersebut selain sudah dikenal luas di lingkungan masyarakat Sunda dan Jawa Barat, secara nasional juga telah dikenal sebagai identitias musik Sunda, dan tak jarang sudah banyak dipentaskan dalam mewakili Indonesia di pentas dunia.Namun demikian, kenyataan popularitas lagu-nya berbanding terbalik dengan sosok penciptanya yang hingga kini tidak diketahui secara umum.Mengetahui siapa pencipta lagu di antara fenomena “NN”, tidak hanya penting dalam menemukan empu-nya lagu, tetapi dalam konteks masa kini juga penting untuk mengisi semangat riset akademik yang masih dianggap “belum tersentuh”. Dalam batas peristiwa “NN” dan sosok pencipta lagu “es lilin” itulah tulisan ini memfokuskan diri.