Said Aqil, Rihab
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYUCIAN JIWA DAN KEMATANGAN BERAGAMA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Said Aqil, Rihab
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i2.265-271

Abstract

Berbagai bentuk perilaku ketidakmatangan beragama kerap terlihat di kalangan umat beragama, terutama di Indonesia. Seperti fenomena klaim kebenaran, sikap eksklusif, prasangka, terorisme, bahkan pseudo-spiritualties. Sementara, esensi dan tujuan keberadaan agama terabaikan. Sebagai konsekuensinya, menghambat transformasi kepribadian, pertumbuhan spiritualitas, merugikan orang lain, serta melahirkan konflik di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan membahayakan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, menanggapi fenomena tersebut, penulis melihat perlunya mengkaji konsep kematangan dalam beragama. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang bersumber dari pemikiran ilmuan psikologi konvensional dan ilmuan Muslim klasik yang relevan dengan topik studi ini. Penulis mengajukan konsep penyucian jiwa sebagai solusi fundamental untuk mencapai kematangan beragama dalam perspektif Islam. Penyucian jiwa terdiri dari proses tahalli, takhalli dan yang tertinggi adalah tajalli. Para pemeluk agama dalam teori Al Ghazali terbagi dalam tiga peringkat yang dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan benar sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Yaitu, iman orang awam, iman para Ulama atau Cendekiawan dan iman para Sufi. Karena pada intinya, esensi beragama adalah ketulusan niat menghamba kepada Allah swt semata, ketakwaan dan kepemilikan kemuliaan-kemuliaan yang berefek pada perilaku keseharian dan hubungan sosial.
PENYUCIAN JIWA DAN KEMATANGAN BERAGAMA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Said Aqil, Rihab
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i2.265-271

Abstract

Berbagai bentuk perilaku ketidakmatangan beragama kerap terlihat di kalangan umat beragama, terutama di Indonesia. Seperti fenomena klaim kebenaran, sikap eksklusif, prasangka, terorisme, bahkan pseudo-spiritualties. Sementara, esensi dan tujuan keberadaan agama terabaikan. Sebagai konsekuensinya, menghambat transformasi kepribadian, pertumbuhan spiritualitas, merugikan orang lain, serta melahirkan konflik di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan membahayakan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, menanggapi fenomena tersebut, penulis melihat perlunya mengkaji konsep kematangan dalam beragama. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang bersumber dari pemikiran ilmuan psikologi konvensional dan ilmuan Muslim klasik yang relevan dengan topik studi ini. Penulis mengajukan konsep penyucian jiwa sebagai solusi fundamental untuk mencapai kematangan beragama dalam perspektif Islam. Penyucian jiwa terdiri dari proses tahalli, takhalli dan yang tertinggi adalah tajalli. Para pemeluk agama dalam teori Al Ghazali terbagi dalam tiga peringkat yang dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan benar sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Yaitu, iman orang awam, iman para Ulama atau Cendekiawan dan iman para Sufi. Karena pada intinya, esensi beragama adalah ketulusan niat menghamba kepada Allah swt semata, ketakwaan dan kepemilikan kemuliaan-kemuliaan yang berefek pada perilaku keseharian dan hubungan sosial.