Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah penggunaan pembelajaran Problem Based Learning yang dipadukan dengan media Grocery Shopping dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi pecahan. Penelitian kuantitatif termasuk dalam penelitian ini di SD Negeri Salatiga 02, subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IVA sebagai kelas kontrol yang menggunakan model konvensional dan 28 siswa di kelas IVB yang menggunakan model Problem Based Learning. Observasi dan tes digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen, sesuai dengan hasil uji prasyarat. Hasil uji T-test menggunakan Independent Sample T-test dengan nilai 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika. Meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematis kelas IVB dengan memanfaatkan model Problem Based Learning dengan media Grocery Shopping telah dibuktikan, dengan hasil pengukuran awal 65,9 meningkat menjadi 86,0, dengan kenaikan sebesar 20%. Maka model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Grocery Shopping berpengaruh secara signifikan dan dapat digunakan untuk alternatif model dan media pembelajaran pada siswa kelas IV pada materi pecahan.